Agenda gala dinner ini dijadwalkan dimulai pada pukul 19.00-21.00 Wita bertempat di Lotus Pond GWK. Terhitung sejak pukul 17.30 Wita satu per satu tamu undangan tiba. Mendahului para Delegasi dan Kepala Negara, Presiden RI Jokowi lebih dulu tiba di GWK. Selain makan malam, para tamu undangan juga disuguhkan hiburan seni budaya.
Menariknya, sejak pukul 17.00 Wita warga lokal maupun wisatawan memenuhi setiap sisi jalan. Mereka mengabadikan momen bersejarah tersebut. Kendati kehadiran delegasi dan Kepala Negara cukup lama, para penonton seolah tidak patah semangat.
Salah seorang warga lokal yang menyaksikan, Meimei, mengatakan ingin sekali melihat rombongan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Namun hingga pukul 20.30 tersiar informasi bahwa presiden negara Superpower ini tidak hadir. “Di sini sudah dari pukul 18.00 Wita, nungguin sampai jam segini ternyata kata petugas polisi yang jaga, (Joe Biden) nggak datang,” katanya.
Meski demikian, sebagai warga lokal Bali, ia mengaku kagum Bali terpilih sebagai tempat dihelatnya acara besar ini. “Walaupun nggak terlibat langsung, saya sebagai warga Bali bangga. Ini bisa jadi salah satu cara Bali jadi lebih dikenal dunia,” tuturnya.
Salah seorang wisatawan domestik asal Jakarta, Vania mengatakan, mulanya ia hanya kebetulan lewat di Jalan Raya Uluwatu, tetapi melihat banyak orang menunggu di sisi jalan, ia jadi penasaran. Dengan rekan-rekannya ia menepi dan ikut menyaksikan iring-iringan. “Tadi sebelum jalan ditutup, saya lewat sini. Kebetulan ingat lagi ada G20 di Bali, penasaran mau lihat, jadi turun bentar,” ungkapnya.
Diakuinya, ia menantikan iring-iringan delegasi dari Korea Selatan. Hal ini lantaran ia menyukai drama dari Negeri Ginseng tersebut. “Selain Korea, pengen lihat China dan Amerika Serikat juga. Dua kepala negara ini kan cukup jadi perhatian ya. Sayang nggak bisa lihat Joe Biden,” katanya.
Sementara itu, sebagai tempat berlangsungnya jamuan makan malam, Lotus Pond merupakan tengara (landmark) terbesar di GWK yang dikenal sebagai alun-alun utama. Area outdoor tersebut dapat menampung hingga 7.500 orang.
“Ada sekitar 300-400 orang yang menghadiri jamuan makan malam di Lotus Pond. Sisanya, peserta G20 yang tidak ikut dalam jamuan makan malam bisa menyantap makan malam di restoran Jendela Bali,” jelas Direktur Operasional GWK Stefanus Yonathan Astayasa.
Pada jamuan makan malam disajikan pertunjukan seni budaya yang melibatkan para seniman di tanah air, seperti Seniman I Ketut Rina yang dikenal dengan maestro Cak Rina, AA Gede Oka Dalem, dan juga Eko Supriyanto yang populer dipanggil Eko Pece. Stefanus juga optimistis, ajang G20 akan memberikan dampak positif dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke GWK dalam jangka panjang.(nan)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya