MAROKO, BALI EXPRESS - Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, memberikan kabar baik bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban gempa di Maroko.
Kabar ini disampaikan dalam sebuah pesan singkat dari Jakarta.
Gempa dahsyat dengan magnitudo 7 telah mengguncang Maroko, dengan wilayah terdampak termasuk Provinsi Al-Houz, Marrakech, Ouarzazate, Azilal, Chichaoua, dan Taroudant.
Namun, Kementerian Dalam Negeri Maroko mengumumkan bahwa hingga saat itu, jumlah korban tewas mencapai 296 orang.
Menurut Judha, KBRI Rabat telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan komunitas Indonesia di Maroko.
Kabar baiknya adalah bahwa delegasi Indonesia yang saat ini menghadiri The 10th International Conference on UNESCO Global Geoparks 2023 di Maroko juga dalam kondisi aman.
Sementara itu, Kemlu RI telah menyediakan nomor kontak darurat yang dapat dihubungi oleh WNI untuk meminta bantuan, yaitu nomor hotline KBRI Rabat di nomor +212 661095995.
Saat ini, sekitar 500 WNI tinggal menetap di Maroko, dan pemerintah akan terus memantau situasi mereka.
Editor : Nyoman Suarna