Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pria yang Dinyatakan Meninggal Bangkit Sebelum Kremasi: Keajaiban atau Kelalaian Medis?

I Putu Suyatra • Selasa, 26 November 2024 | 01:11 WIB
Insiden yang menimpa Rohitash Kumar ketika dia hendak dikremasi namun ternyata ditemukan masih hidup. (New York Post)
Insiden yang menimpa Rohitash Kumar ketika dia hendak dikremasi namun ternyata ditemukan masih hidup. (New York Post)

BALIEXPRESS.ID - Kejadian mengejutkan mengguncang distrik Jhunjhunu, Rajasthan, India, ketika seorang pria yang sebelumnya dinyatakan meninggal dunia tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali, tepat saat prosesi kremasi akan dimulai.

Insiden yang terjadi pada Kamis (21/11/2024) ini sontak menjadi perbincangan hangat, baik di India maupun dunia internasional.

Drama di Tengah Kesedihan: "Dia Masih Hidup!"

Rohitash Kumar (25), pria tuna rungu dan tuna wicara, awalnya dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kejang epilepsi parah.

Melansir New York Post, Kumar dirawat di Rumah Sakit Bhagwan Das Khetan, namun tim medis menyatakan kematiannya setelah upaya CPR gagal dan monitor menunjukkan garis datar.

Sayangnya, tidak dilakukan pemeriksaan post-mortem—prosedur standar yang penting untuk memastikan penyebab kematian.

Jenazah Kumar kemudian dipindahkan ke kamar mayat sebelum akhirnya dibawa ke krematorium. Namun, kejadian tak terduga terjadi.

Tepat ketika tubuhnya diletakkan di atas tumpukan kayu kremasi, beberapa saksi mata melihat tubuhnya mulai bergerak dan bernapas.

Dalam kepanikan, keluarga segera memanggil ambulans untuk membawanya kembali ke rumah sakit.

Meskipun upaya medis kembali dilakukan, Kumar akhirnya dinyatakan meninggal dunia untuk kedua kalinya pada Jumat (22/11/2024).

Keajaiban atau Alarm Bahaya bagi Dunia Medis?

Kejadian ini memicu diskusi panas tentang kelalaian prosedur medis di wilayah pedesaan India.

Ramavtar Meena, pejabat distrik Jhunjhunu, menyatakan bahwa insiden ini menunjukkan adanya kesalahan serius dalam prosedur rumah sakit.

Tiga dokter yang terlibat dalam pernyataan kematian Kumar, yakni Dr. Yogesh Jakhar, Dr. Navneet Meel, dan Dr. Sandeep Pachar, telah diskors untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menurut laporan ETV Bharat, otoritas setempat juga membentuk komite khusus untuk mengusut kasus ini dan meninjau ulang standar kerja rumah sakit.

Salah satu sorotan utama adalah absennya post-mortem, yang dianggap sebagai pelanggaran prosedur standar.

Kesaksian yang Menggetarkan: “Seperti Keajaiban”

Seorang saksi mata yang hadir di lokasi kremasi mengungkapkan perasaan campur aduk saat menyaksikan kejadian ini.

“Kami semua terkejut. Dia sudah dinyatakan meninggal, tetapi ternyata masih hidup. Ini benar-benar seperti keajaiban,” katanya, seperti dilansir Times of India.

Namun, keajaiban singkat ini berubah menjadi duka mendalam ketika Kumar akhirnya meninggal untuk kedua kalinya.

Kejadian ini tidak hanya menyisakan luka bagi keluarga, tetapi juga pertanyaan besar tentang kesiapan dan kualitas layanan kesehatan di India.

Pelajaran Berharga bagi Dunia Medis

Insiden tragis ini diharapkan menjadi titik balik dalam sistem kesehatan India, khususnya di daerah pedesaan yang minim sumber daya medis.

Para ahli kesehatan menyerukan reformasi mendalam dalam pelatihan tenaga medis dan prosedur operasional rumah sakit untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Apakah ini murni kesalahan medis, atau ada hal lain yang menjadi faktor di balik kejadian aneh ini?

Yang pasti, insiden ini menjadi pengingat penting akan pentingnya standar kesehatan yang lebih baik di semua lapisan masyarakat. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#india #Hidup lagi #meninggal dunia