BALI EXPRESS - Pernahkah anda punya pengalaman ini? Yakni merasakan masakan orang lain lebih nikmat ketimbang buatan sendiri. Secara psikologi apakah itu normal?
Melansir dari laman The Newyork Times seorang Psikolog asal Amerika Serikat Daniel Kahneman, hal ini dipengaruhi oleh faktor psikologi. Dia memberikan contoh sandwich.
“Selama membuat sandwich, pikiran anda telah mencoba merasakannya terlebih dulu. Sehingga dari makanan itu akan membuat rasa lapar anda berkurang,” tulis psikolog yang memenangkan hadiah nobel dalam bidang ekonomi tersebut.
Untuk diketahui, psikologi adalah ilmu bidang pengetahuan dan terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi dan proses mental seseorang melalui prosedur ilmiah.
Dalam psikologi sendiri ada beragam prosedur ilmiah yang bisa digunakan. Yaitu metodelogi eksperimental, observasi ilmiah, sejarah kehidupan, wawancara, angket, hingga pemeriksaan psikologi. Termasuk juga metode analisis karya, dan metode statistik.
Daniel Kahneman juga mengungkap hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Carnegie Mellon terkait alasan di balik masakan orang lain dibandingkan dengan buatan sendiri.
“Para peneliti di Universitas Carnegie Mellon menemukan bahwa membayangkan makan M&M (sejenis snack) membuat makan lebih sedikit, karena sudah merasakan kenyang lebih dulu,” imbuhnya.
Makanya, dengan kondisi pikiran yang terus membayangkan makanan atau melihat masakan sendiri, keinginan untuk memakan masakan tersebut akan semakin berkurang.
Editor : I Putu Suyatra