Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Meski Tupai Jadi Obat Alternatif Hindari Makan Otak dan Tulangnya, Bisa Timbulkan Masalah Kesehatan

Wibi Leksono • Selasa, 22 Agustus 2023 | 18:10 WIB
Bakso tupai harus terhindar dari tulang dan otaknya.
Bakso tupai harus terhindar dari tulang dan otaknya.

BALI EXPRESS - Meski Dipercaya menjadi obat alternatif untuk berbagai masalah kesehatan, tupai rupanya juga dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Hal itu dapat terjadi apabila mengkonsumsi bagian otak dan tulang tupai. 

Dilansir dari Wikipedia otak dan tulang tupai dapat mengantarkan partikel prion.

Pastinya beberapa dari kita belum familiar dengan ancaman yang satu ini. 

Prion adalah partikel pembawa penyakit menular yang hanya terdiri dari protein. Partikel ini biasanya berada pada tupai dan berasal dari tulang dan otak mereka.

Prion menyebabkan penyakit neurogeneratif dengan membentuk plak pada sistem saraf yang disebut amyloid, yang mengganggu struktur jaringan normal. 

Prion tidak dapat dimusnahkan dengan panas, radiasi, atau formalin. Prion menyebabkan berbagai penyakit degenerasi seperti kuru, scrapie, Creutzfeldt-Jakob disease (CJD), dan bovine spongiform encephalopathy (BSE atau sapi gila).

Semua penyakit ini menyerang otak atau sistem saraf lainnya, mematikan, dan belum dapat disembuhkan.

Namun sebuah vaksin telah dikembangkan untuk tikus dan sedang dikembangkan lebih lanjut untuk manusia.

Riset mengenai prion dimulai pada  tahun 1997, ilmuwan Amerika Serikat, Stanley B. Prusiner meraih Hadiah Nobel atas penelitiannya terhadap prion ini.

Tidak seperti viroid, prion merupakan protein yang tidak dapat bereplikasi namun dapat mengubah protein inang menjadi protein versi prion.

Secara hipotetis prion merupakan versi salah lipat dari suatu protein yang umumnya terdapat pada sel otak. Jika prion melakukan kontak dengan protein "kembarannya" (yang normal) prion dapat menginduksi protein normal menjadi bentuk abnormal.

Reaksi ini terus berlanjut hingga prion terakumulasi dalam jumlah yang membahayakan, lalu menyebabkan malafungsi seluler dan akhirnya menyebabkan terjadinya degenerasi otak

Banyak spesies mamalia yang dapat terjangkit penyakit prion, karena protein prion (PrP) serupa pada semua mamalia.

Karena adanya perbedaan kecil pada PrP antar spesies, sangat jarang penyakit prion ditularkan antar spesies.

Namun, penyakit manusia vCJD(variant Creutzfeldt-Jakob Disease) diduga disebabkan oleh prion yang umumnya menyerang sapi, menyebabkan BSE (Bovine spongiform encephalopathy) dan ditularkan melalui daging. Hingga 2015 semua penyakit prion diduga hanya disebabkan oleh protein prion PrP.

Pada tahun 2015, penelitian menunjukkan MSA (multiple system atrophy) dapat ditularkan dan diduga disebabkan oleh prion baru, alpha-synuclein.

Itulah mengapa, otak tupai dilarang untuk dikonsumsi. Meski dimasak dengan suhu tinggi hingga matang, prion yang ada di otak tupai tidak mudah dihancurkan.

Infeksi prion memiliki kesamaan dengan infeksi sapi gila, maka diharapkan untuk berhati-hati dan tidak memakan bagian otak dan tulangnya. 

Meski begitu, daging tupai tetap aman dimakan, dengan catatan dibersihkan dengan benar dan dimasak hingga matang menyeluruh.

 

Editor : I Putu Suyatra
#otak #tulang #tupai