Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Virus Nipah Merebak di India, Tidak Ada Pengawasan Khusus untuk Wisatawan di Bali

Rika Riyanti • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 22:55 WIB
Ilustrasi virus Nipah.
Ilustrasi virus Nipah.

DENPASAR, BALI EXPRESS- Belum lama ini, India disebut lockdown lantaran virus Nipah merebak di sana.

Sebagai destinasi yang cukup banyak dikunjungi wisatawan India, Bali tentunya mesti waspada terhadap virus Nipah. 

Terkait virus Nipah ini, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun menyampaikan, pihaknya belum menerima informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Menurutnya, Kemenkes tentu berpatotkan dari World Health Organization (WHO). Meski begitu, ia mengaku telah berkomunikasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara dan telah menjadi salah satu yang dimonitor.

“Di samping memang direct flight dari India tidak ada. Hanya sampai ke Jakarta. Ya mudah-mudahan hal ini tidak bisa berdampak ya, karena Bali baru mulai tumbuh ini. (Kunjungan wisatawan) India nomor dua ini, dan duitnya kencang juga India, karena menempati hotel-hotel berbintang loh dan belanjanya banyak sekali,” kata Tjok Pemayun, Sabtu 7 Oktober 2023.

Terkait langkah antisipasi, Tjok Bagus menyampaikan tentu yang utama adalah bandara.

Selain itu, penggunaan masker atau standar protokol kesehatan untuk diterapkan jika merasa kondisi kurang sehat.

“Kalau bisa, bila perlu kita tidak perlu handle tamu dulu kalau memang dirasakan pelaku pariwisata itu tidak enak badan,” sarannya.

Di samping itu, pihaknya mengaku belum ada pengawasan khusus, terutama pengawasan untuk wisatawan India.

Sebab arahan dari Kemenkes RI terkait virus Nipah juga belum turun. Pun demikian soal laporan kasus Nipah hingga saat ini di Bali belum ditemukan.

“Saya belum ada laporan. Biasanya KKP menginfokan. Saya KKP sudah menghubungi,” ungkapnya.

Meski demikian pihaknya menuturkan bahwa kekhawatiran dan waspada itu tentu ada. Sebab pariwisata rentan terhadap isu, apalagi isu terkait penyebaran virus.

Disinggung soal dampak merebaknya virus Nipah di India, pihaknya mengaku tren saat ini justru meningkat. “Kalau dari trennya kan meningkat terus,” ucapnya.

Lebih lanjut pihaknya mengaku dari Dispar masih menunggu arahan dari Kemenkes RI melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

“Kalau memang dirasakan, yang meng-handle tamu wisatawan asing itu, saya tidak menyebutkan negara mana, pakai masker. Kalau memang dirasakan enggak enak jangan meng-handle tamu dulu. Itu sudah standar,” pesannya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #wisatawan #virus nipah