DENPASAR, BALI EXPRESS- Di tengah merebaknya kasus pneumonia misterius atau pneumonia mycoplasma, angka kasus Covid-19 juga turut naik di sejumlah negara.
Salah yang melaporkan perkembangan Covid-19 mengalami lonjakan adalah Singapura.
Hal ini tentunya memunculkan beragam reaksi dari masyarakat, tak terkecuali Bali, yang baru pulih dari pandemi Covid-19 yang terdampak cukup parah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr I Nyoman Gde Anom menegaskan bahwa saat ini Covid-19 sudah dianggap seperti penyakit flu biasa di Bali.
“Kami tidak bilang Covid-19 tidak ada. Sekarang hampir 100 persen yang vaksinasi dan booster hampir di atas 80 persen sudah dipastikan imun sudah bagus. Sehingga saat kena Covid-19 pun diperiksa saat gejala ringan akan positif, tapi sudah seperti flu biasa,” kata Gde Anom, Jumat 8 Desember 2023.
Terkait kasus Covid-19 yang kembali ramai, Anom mengungkapkan, belum ada arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga saat ini.
Hanya saja, pihaknya mengingatkan, jika masyarakat belum booster potensi terkena Covid-19 lebih tinggi.
Maka dari itu, pihaknya menganjurkan agar masyarakat tetap melakukan vaksinasi booster. Yang mana, vaksin Covid-19 ini tetap disediakan di Dinkes.
“Salah satunya kesediaan vaksin untuk booster hanya ada di Dinkes. (Bagi) yang komorbid yang terlewatkan sekaranglah booster. Yang lansia kalau ada yang mau silakan, ajak ke sini. Khusus yang belum booster kami harapkan (datang), karena dia yang rentan kena (Covid-19) agar tidak parah,” pesannya.
Sementara itu, untuk satu kasus pasien positif Covid-19 di Badung dikatakan Anom merupakan kasus Covid-19 biasa yang ketika ditangani dengan baik akan pulih. Anom pun sudah mengimbau ke kabupaten/kota, terutama bagi yang belum vaksin booster agar datang ke Dinkes kabupaten/kota.
Saat ini, kata dia, sistem pengiriman vaksin Covid-19 akan diberikan jika Dinkes kabupaten/kota meminta.
“Untuk persiapan kami sudah minta ke pusat 5 ribu vaksin Covid-19, (jenisnya) inavac untuk booster untuk jaga-jaga siapa tahu masyarakat antusias, kan (biasanya) gitu sudah dengar ada pemberitaan (kasus positif) ada antusias lagi. Kemarin sudah reda mungkin tidak mau booster,” terangnya.
Saat ini, menurut Anom, capaian vaksinasi Covid-19 di Bali karena sudah tinggi, maka imun yang terbentuk di masyarakat sudah bagus. Sehingga saat ada pasien positif Covid-19 sudah dianggap hal biasa dan seperti flu biasa.
“Masyarakat tidak usah panik, takut atau apa. Tapi kalau ada keluarga belum vaksin booster datang aja. Siapa tahu kena (Covid-19) tidak berat sakitnya. Iya, kami anggap sudah seperti penyakit yang biasa. Kami tetap waspada, makanya vaksinasi, dan belum ada imbauan dari Kemenkes tapi pola hidup bersih dan sehat tetap dilakukan, cuci tangan tetap dilakukan di jadikan budaya. Kalau sakit ya pakai masker,” tandasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan