BALI EXPRESS- Vegetarian merupakan satu istilah yang ditunjukan untuk gaya hidup yang tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan.
Namun seiring perkembangan, kemudian ada juga istilah gaya hidup vegan. Meski sering dianggap sama, vegan dan vegetarian memiliki beberapa perbedaan.
Lantas, apa perbedaan dari istilah vegetarian dan vegan tersebut?
Mengutip situs Alodok.com, pada dasarnya, orang yang menjalani gaya hidup vegan maupun vegetarian sama-sama memilih pola makan yang bersumber dari nabati.
Meski demikian, sebagian orang yang menjalani pola makan vegetarian masih mengonsumsi susu atau telur.
Orang yang menjalani gaya hidup vegetarian menentang pembunuhan hewan untuk dimakan.
Namun, mereka menganggap konsumsi produk sampingan hewan, seperti susu dan telur, dapat diterima selama hewan tersebut dipelihara dalam kondisi yang baik.
Sementara itu, orang yang menjalani gaya hidup vegan percaya bahwa hewan memiliki hak untuk bebas, baik dari dikonsumsi atau dari penggunaan lainnya oleh manusia.
Oleh karena itu, kaum vegan ini juga tidak mengonsumsi produk turunan dari hewan, seperti gelatin, madu, whey, kasein, dan albumin, serta beberapa jenis suplemen yang terbuat dari atau mengandung minyak ikan maupun hewan lain.
Mereka juga tidak memakai produk sampingan hewan, seperti pakaian dari kain sutra, wol, atau kulit hewan.
Seperti apa analisa media terhadap kelompok masyarakat yang menerapkan gaya hidup ini?
Menurut dokter umum di Denpasar, dr. Dhanendra.D.Mahendra, kelompok masyarakat penganut gaya hidup vegetarian dan vegan merupakan kelompok orang yang wajib mengonsumsi vitamin dan mineral tambahan.
"Dari sisi medis ada beberapa kelompok yang perlu untuk mengonsumsi suplemen multivitamin, salah satunya adalah kelompok vegetarian dan vegan, karena diet vegetarian yang tidak mengonsumsi jenis makanan yang berasal dari hewan membuat mereka rentan mengalami kekurangan beberapa vitamin dan mineral, seperti vitamin B12, seng, zat besi, dan kalsium," ungkapnya.
Tujuan kelompok orang tersebut dilanjutkan dr. Dhanendra perlu mengonsumsi suplemen multivitamin untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh, bukan untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit tertentu, sehingga kebutuhan vitamin dan mineral yang tidak di dapat dari makanan yang dikonsumsi bisa didapat.
Meski konsumsi mineral dan vitamin sudah dilakukan, namun, dr. Dhanendra menegaskan konsumsi makanan yang bervariasi harus tetap dilakukan karena suplemen multivitamin tidak dapat menggantikan makanan yang mengandung vitamin dan mineral alami.
Dalam mengonsumsi multivitamin dan mineral tambahan ini masyarakat diakui dr. Danendra tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena harus tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli nutrisi sebelum mengkonsumsi suplemen tambahan.
Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi medis lainnya akibat dosis yang berlebiihan.
"Untuk itu, sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi vitamin dan suplemen lainnya sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu, sehingga konsumsi suplemen bisa dilakukan dengan tepat," tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan