Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Flu Singapura di Indonesia Tembus 5 Ribu Kasus, Diskes Klaim Belum Ada Laporan di Bali, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya!

Rika Riyanti • Jumat, 5 April 2024 | 14:09 WIB
Ilustrasi anak-anak yang terkena penyakit flu.
Ilustrasi anak-anak yang terkena penyakit flu.

DENPASAR, BALI EXPRESS- Di tengah merebaknya kasus flu Singapura di Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Nyoman Gede Anom memastikan belum ada laporan kasus di Bali.

Hingga saat ini, di Indonesia sendiri, berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan, kasus flu Singapura telah menyentuh angka 5 ribu lebih.

“Sementara belum ada laporan (kasus flu Singapura) dari kabupaten/kota,” ungkap Gede Anom, Kamis, 4 April 2024.

Meskipun laporan kasus belum ditemukan di Bali, namun pihaknya mengimbau agar masyarakat Bali mengetahui bagaimana Flu Singapura itu dapat menular.

Menurut dia, flu Singapura merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh paparan virus. 

Meski dapat sembuh dengan sendirinya dengan meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi flu Singapura tergolong penyakit yang mudah menular.

Terkhusus untuk anak usia di bawah 5 tahun. Penyakit ini disebabkan adanya Coxsackie Virus A16 (cox 16) dan wnterovirus 71 (EV 71).

Virus ini termasuk dalam kelompok virus RNA yang menyebabkan lesi pada telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

“Penularan flu Singapura ini hampir sama dengan Covid-19, yakni ada kontak dengan penderita atau droplet,” katanya.

Gede Anom menambahkan, penularan terjadi saat virus masuk ke saluran pernapasan dan diteruskan ke faring atau tenggorokan, masuk ke usus dan memperbanyak diri.

Selanjutnya menyebar ke kelenjar limfe dalam waktu 24 jam. Kemudian, muncullah gejala lengtingan pada kulit di sekitar mulut dan telapat tangan dan kaki. 

Langkah untuk mencegahnya, pihaknya menyarankan, jika anak terdiagnosa flu Singapura, maka segeralah mengisolasi anak.

Langkah penting selanjutnya, asupan gizi mesti serta cairan mesti terpenuhi untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

Berikan pengobatan simtomatik jika anak demam dan istirahat yang cukup.

Sementara itu, Gede Anom menyampaikan, hingga saat ini vaksinasi untuk flu Singapura belum ada di Indonesia, sehingga pencegahannya harus dilakukan.

Caranya, menjaga kebersihan, sering mencuci tangan terutama jika kontak dengan penderita, sanitasi peralatan makan atau mainan anak. 

“Peran kami di Dinas Kesehatan tentu tetap dengan mengutamakan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) yang sudah selalu dilakukan oleh promkes, baik di provinsi, kabupaten/kota dan puskesmas,” jelasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #flu singapura