BALI EXPRESS - Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Global Health menyoroti potensi mengganti konsumsi daging merah dengan ikan umpan seperti sarden, herring, dan teri untuk cegah hingga 750 ribu kematian setiap tahunnya pada 2050.
Menurut laporan dari Medical Daily pada hari Sabtu, 13 April 2024, dilansir dari Antara, penelitian tersebut menunjukkan bahwa mengonsumsi ketiga jenis ikan ini berpotensi menurunkan risiko penyakit yang terkait dengan pola makan, seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, kanker usus, dan penyakit arteri koroner.
Dalam konteks ini, peneliti menyoroti manfaat ikan laut yang kaya akan asam lemak tak jenuh dan mengandung Omega-3 (DHA dan EPA), yang dapat membantu mencegah penyakit jantung koroner.
Selain itu, ikan-ikan ini juga kaya akan kalsium dan vitamin B12 serta memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan sumber makanan hewani lainnya.
Namun, saat ini sebagian besar hasil tangkapan ikan laut diolah menjadi tepung ikan dan minyak ikan untuk budidaya ikan, dengan sebagian besar pasar ditujukan kepada konsumen berpenghasilan tinggi.
Para peneliti menyarankan bahwa perubahan pola makan ini dapat memberikan manfaat signifikan, terutama bagi negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, di mana ikan-ikan ini tersedia dengan harga terjangkau dan melimpah.
Di negara-negara ini, beban penyakit terkait pola makan seperti penyakit jantung sangat besar.
Dalam analisisnya, peneliti mengevaluasi empat skenario yang berbeda berdasarkan proyeksi konsumsi daging merah pada tahun 2050 di 137 negara serta data historis penangkapan ikan laut.
Skenario pertama menekankan pasokan dalam negeri dan penggunaan ikan umpan sebagai pengganti daging merah.
Skenario kedua fokus pada pengurangan asupan daging, terutama di negara-negara di mana konsumsi domba dan sapi melebihi tingkat yang direkomendasikan.
Skenario ketiga bertujuan untuk memastikan asupan ikan yang cukup, terutama di negara-negara di mana konsumsi ikan masih di bawah tingkat yang direkomendasikan.
Baca Juga: Di Balik Keindahan Arsitektur Bali: Ini Rahasia yang Disembunyikan
Skenario terakhir melibatkan penggantian daging merah dengan ikan umpan di semua negara berdasarkan ketersediaan.
Hasilnya menunjukkan bahwa skenario pertama memiliki dampak paling rendah terhadap jumlah kematian yang dapat dicegah.
Namun, alokasi ikan umpan ke wilayah dengan asupan ikan terendah, terutama di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, sesuai dengan skenario ketiga, dapat lebih efektif mengurangi beban penyakit global.
Peneliti menekankan bahwa meskipun ikan umpan dapat memberikan manfaat kesehatan yang besar bagi masyarakat secara global, masih ada beberapa hambatan seperti perubahan iklim dan kebijakan budaya yang perlu diatasi.
Oleh karena itu, koordinasi multi-sektoral, promosi akses ikan yang terjangkau, dan penggunaan mikroalga kaya nutrisi adalah langkah-langkah yang dapat membantu mengatasi hambatan ini lebih lanjut.
Manfaat Konsumsi Ikan Umpan:
1. Menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti stroke, jantung koroner, diabetes, kanker usus, dan penyakit arteri koroner.
2. Kaya akan asam lemak tak jenuh, Omega-3 (DHA dan EPA), kalsium, dan vitamin B12 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan otak.
3. Memiliki jejak karbon paling rendah dibandingkan sumber makanan hewani lainnya.
4. Mencegah setengah juta hingga 750.000 kematian akibat penyakit terkait pola makan pada tahun 2050.
5. Mengurangi 8-15 juta tahun hidup dengan disabilitas.
6. Menurunkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, dan kanker usus sebesar 2% pada tahun 2050.
Editor : Nyoman Suarna