BALI EXPRESS - Di balik rasanya yang asam, belimbing wuluh atau yang umum disebut belimbing buluh memiliki berbagai manfaat.
Belimbing buluh yang memiliki nama latin Averrhoa Bilimbi ini termasuk ke dalam genus Averrhoa dan famili Oxalidaceae.
Secara internasional, belimbing buluh dikenal dengan nama bilimbi. Pohon ini memiliki kekerabatan dengan belimbing (starfruit).
Buah belimbing buluh ditemukan di wilayah Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Namun kini, belimbing wuluh telah dibudidayakan di wilayah tropis.
Di berbagai negara, belimbing buluh dikenal dengan nama berbeda-beda, seperti Kamias, Belimbing Asam, Blimbin, Bliambi, Bilincha, Mimbro, Tirigur, Vinagrillo, Cucumber Tree, dan lainnya.
Namun tak banyak yang tahu kalau buah dari pohon ini memiliki tujuh zat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh.
Tujuh zat tersebut adalah 32 kal energy, 7 gram karbohidrat, 0,4 g protein, 52 mg vitamin C, 10 mg kalsium, 10 mg fosfor dan 1,0 mg zat besi.
Salah seorang penekun lontar asal Tabanan, I Made Muliarta menerangkan, belimbing wuluh yang di Bali akrab dengan sebutan belimbing buluh memiliki beberapa manfaat.
Sesuai isi Lontar Taru Pramana, jelasnya, semua bagian belimbing wuluh berkasiat sebagai obat.
Boleh dikatakan, belimbing buluh ini seperti pohon kelapa. Dari akar hingga bunganya memiliki manfaat.
Dalam uraian Lontar Taru Pramana yang tersimpan di Perpustakaan Lontar Gedong Kirtya, tertulis: “Tityang wit balimbing, angasengan tityang dumalada, dawun tis, babakan dumalada, akah tis, dados tityang anggen tamba dekah, dawun tityange anggen sembar, sa.,isen, kunyit, 3, ihis, babakan tityange anggen loloh, sa., temu tis, katumbah, 5 batu”.
Penggalan dari Lontar Taru Pramana tersebut menunjukkan, belimbing dagingnya sedang-sedang, daunnya sejuk, kulit pohonnya sedang-sedang, akarnya sejuk, dan dapat digunakan sebagai obat batuk.
Cara pengolahannya, yaitu ambil daunnya, kemudian gunakan untuk menyembur, dan jangan lupa tambahkan Lengkuas (Isen), Kunir (Kunyit) masing-masing tiga iris. Kemudian kulit pohonnya digunakan sebagai jamu (loloh) yang juga diisi dengan Temu Tis, Katumbar sebanyak lima biji. Demikian yang dimuat tentang Belimbing Buluh berkhasiat sebagai obat batuk biasa.
Selanjutnya dimuat juga, bahwa bunga belimbing buluh berkasiat untuk mengobati batuk kering dengan komposisi, yaitu bunga belimbing buluh, daun pancar sona, bawang yang dibakar tidak secara langsung di api (matambus), daun sulasih mihik, kencur dan jeruk nipis.
Cara pembuatan, yakni bunga belimbing buluh, daun pancar sona, bawang metambus, daun selasih mihik, kencur ditumbuk, kemudian dimasukkan dalam suatu tempat, selanjutnya dikukus.
Setelah itu hasil pengukusan tersebut diperas. Air perasannya ditambahkan jeruk nipis serta diminum secara rutin sebanyak tiga kali dalam sehari.
Menurut Muliarta, dalam mengimplementasikan ramuan menurut Lontar Taru Pramana, tingkat keberhasilannya sebesar 85 persen jika sakit yang diderita pasien tidak mengandung unsur niskala. Jika ada unsur niskala tentu juga akan berbeda ceritanya.
Dengan pesatnya perkembangan pengetahuan dan teknologi, sesuai hasil penelitian, ternyata belimbing buluh juga bisa mengobati hipertensi.
Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak pada buah Belimbing Wuluh dengan dosis 8,3 mg/kg berat badan mampu menurunkan tekanan darah sekitar 33-45 mmHG. Belimbing wuluh juga mengandung pektin, flavonoid, dan vitamin C yang sangat bagus untuk menurunkan tekanan darah.
“Cara mengolahnya pun sangat sederhana. Yakni ambil tiga buah belimbing wuluh, lalu potong-potong dengan ukuran lebih kecil. Setelah itu rebus dalam air sebanya tiga gelas hingga tersisa satu gelas. Setelah dingin, disaring, kemudian diminum setelah sarapan,” papar pria asal Banjar Cacab Jangkahan, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan ini.
Belimbing buluh dengan kandungan saponin, tanin, asam format, sulfur mampu menghambat melekatnya bakteri S. Mutan di gigi.
Selain itu, belimbing buluh memiliki konsentrasi 10,5 persen dan 12 persen dapat membunuh bakteri mix pada saluran akar gigi.
Kaya kandungan flavonoid, sapoin, dan tannin, dapat menghindarkan gigi dari karies.
Cara pembuatan dengan menghancurkan belimbing buluh dan ditambahkan sedikit garam, lalu oleskan di gigi-gigi secara merata. Diamkan selama satu jam dan setelah itu berkumur dengan air hangat.
Baca Juga: UMKM Binaan BRI Ini Jadi Kuliner Rekomendasi Pemudik di Pekalongan
Berikut manfaat dan khasiat belimbing buluh:
1. Sumber Nutrisi: Belimbing buluh mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh, termasuk energi, karbohidrat, protein, vitamin C, kalsium, fosfor, dan zat besi.
2. Obat Batuk: Seluruh bagian belimbing buluh, mulai dari buahnya hingga daun dan kulit pohonnya, memiliki sifat obat yang dapat membantu mengatasi batuk. Ramuan tradisional menggunakan berbagai bagian pohon belimbing buluh telah digunakan untuk tujuan ini.
3. Penurun Tekanan Darah: Ekstrak buah belimbing buluh telah terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dan mengobati hipertensi.
4. Antimikroba Alami: Belimbing buluh mengandung senyawa antimikroba yang efektif dalam melawan bakteri, khususnya yang dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi seperti karies.
5. Pencegahan Karies: Penggunaan belimbing buluh sebagai obat kumur atau bahan pasta gigi alami telah terbukti efektif dalam mencegah kerusakan gigi dan mengurangi risiko karies. (*)
Editor : Nyoman Suarna