DENPASAR, BALI EXPRESS - Gangguan sendi panggul merupakan salah satu gangguan yang rentan mengenai para lanjut usia (lansia).
Gangguan ini menjadi salah satu penyebab kecacatan hampir di seluruh belahan dunia.
Namun, kecacatan tersebut dapat dicegah. Selain menerapkan pola hidup sehat dan berolahraga, bagi para lansia yang telah menderita gangguan sendi panggul dapat memilih opsi prosedur bedah.
Baca Juga: Menparekraf Dorong Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan di Daerah Wisata
Menurut Assoc Prof Dr (G) Ruslan Nazaruddin Simanjuntak, Konsultan Ortopedi, Artritis dan Olahraga, operasi penggantian sendi panggul atau total hip replacement sebuah prosedur bedah yang memberikan harapan baru bagi mereka yang menderita gangguan sendi panggul.
Total Hip Replacement adalah operasi penggantian sendi panggul yang rusak dengan prostesis atau sendi buatan.
Menurut Assoc Prof Dr (G) Ruslan, prosedur ini umumnya direkomendasikan untuk pasien yang mengalami gangguan pada sendi panggul karena penuaan, cedera, kelainan panggul sejak masa kanak-kanak, radang sendi, dan tidak responsif terhadap pengobatan lainnya.
Operasi ini bertujuan untuk mengatasi kondisi medis seperti Rheumatoid arthritis, Osteoarthritis, Osteonekrosis, dan Traumatic arthritis.
Namun, lebih dari itu, operasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, dan mengembalikan fungsi sendi panggul yang normal.
“Operasi ini menjadi pilihan terakhir setelah terapi medis lainnya tidak efektif,” katanya saat diwawancara, Senin (29/4).
Sebelum menjalani operasi, pasien perlu menjalani persiapan yang komprehensif dengan memberikan informasi lengkap tentang riwayat kesehatan mereka kepada dokter.
Persiapan ini penting untuk memastikan bahwa prosedur berjalan dengan lancar dan aman.
Baca Juga: Bobby Nasution Tunjuk Sang Paman Jadi Plh Sekda Medan, Begini Komentar Denny Siregar
Operasi Total Hip Replacement melibatkan prosedur yang kompleks, termasuk pembiusan total, pembersihan area operasi, pengangkatan sendi yang rusak, dan penggantian dengan sendi buatan.
Dr. Ruslan menjelaskan bahwa prosedur ini memerlukan keterampilan dan pengalaman yang tinggi dari tim medis yang terlatih.
Setelah operasi, pasien akan dipantau secara ketat oleh tim medis untuk memastikan pemulihan yang optimal. Mereka akan menjalani periode pemulihan di rumah sakit yang melibatkan perawatan fisioterapi dan pengobatan untuk mengatasi nyeri dan ketidaknyamanan.
"Meski pemulihan awal mungkin menimbulkan ketidaknyamanan, kesuksesan operasi ini dapat membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari tanpa kesulitan," jelasnya.
Baca Juga: Kemulan Bukan Tempat Permanen untuk Leluhur; Begini Penjelasan Mpu Jaya Acharya Nanda
Assoc Prof Dr (G) Ruslan juga menyoroti teknik bedah terkini, yaitu Pendekatan Anterior Langsung, yang menghasilkan pemulihan yang lebih cepat, nyeri yang lebih sedikit, dan fungsi yang lebih normal setelah penggantian pinggul.
Dengan minimnya keterlibatan tendon selama operasi, pasien dapat kembali ke aktivitas normal sehari-hari dengan risiko dislokasi yang lebih rendah.
Baca Juga: Kemulan Bukan Tempat Permanen untuk Leluhur; Begini Penjelasan Mpu Jaya Acharya Nanda
Penggantian sendi pinggul adalah langkah penting dalam meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup bagi mereka yang menderita gangguan sendi panggul.
Dengan teknologi dan pendekatan bedah yang terus berkembang, pasien memiliki harapan untuk pemulihan yang cepat dan efisien setelah menjalani operasi penggantian sendi panggul.
“Saya sendiri selama 20 tahun lebih, sudah mengoperasi lebih dari 3.000 pasien di rumah sakit saya ALTY Orthopaedic Hospital di Malaysia. Biayanya sendiri mulai dari 30.000 ringgit tergantung tingkat keparahannya,” katanya.(ika)
Editor : Wiwin Meliana