BALIEXPRESS.ID- Penyandang disabilitas sering kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan di rumah sakit di Bali.
Padahal, penyandang disabilitas berhak memperoleh pelayanan yang sama dan wajib terlayani.
Oleh penyandang tunarungu, Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) diharapkan dapat menyediakan penerjemah bahasa isyarat.
Demikian disampaikan Rudolf penyandang tunarungu yang disampaikan penerjemahnya yang diutarakan langsung kepada Direktur RSBM saat Forum Konsultasi Publik (FKP) di RSUD Bali Mandara, Kamis, 20 Juni 2024.
“Baiknya ada juru isyarat, supaya teman-teman Tuna Rungu mengerti," katanya.
RSBM juga diharapkan bekerja sama dengan organisasi disabilitas sehingga layanan semakin ramah.
Selain itu, aplikasi ataupun website pendaftaran juga bisa diakses kelompok rentan.
"Aplikasi pendaftaran online agar update dan diperhatikan agar mudah diakses," kata salah satu peserta dari penyandang tuna netra.
Sementara itu, Direktur RSBM I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya saat diwawancarai mengatakan akan beraudiensi dengan organisasi penerjemah bahasa isyarat rencana mengadakan pelatihan.
Tenaga kesehatan khususnya customer service pendaftaran juga akan dilatih untuk berbahasa isyarat sehingga bisa melayani teman-teman tunarunggu jika ada yang berobat di RSBM.
"Akan ada audiensi rencana besok. Kami sudah jadwalkan audiensi. Selain disana melatih teman-teman kami langsung bisa menggunakan bahasa isyarat tersebut," ungkapnya.
Mewajibkan semua petugas terutama front liner dan pemberi layanan untuk menginstal aplikasi Hear Me yang merupakan aplikasi penerjemah bahasa isyarat.
Tidak hanya kendala pelayanan kelompok rentan, RSBM juga menerima komplain karena masalah pelayanan.
Dibeberkan complain terbanyakan karena keterlambatan pelayanan, sarana prasarana dan komunkasi.
Komplain itu langsung disampaikan di media sosial dan google review.
"Komplain terbanyak masih dari keluhan keterlambatan pelayanan dan komunikasi efektif dengan akar permasalahan; pertama, sistem reservasi belum berbasis website dan kedua, komunikasi efektif belum optimal," ucap Wakil Direktur Pelayanan dr I Ketut Widiyasa. (*)
Editor : I Made Mertawan