Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Lima Manfaat Glamping di Kintamani Bali Bagi Penderita Gangguan Kesehatan Mental

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 25 Juni 2024 | 20:19 WIB

Pemerhati kesehatan mental di Denpasar, Eko Budi Sutrismianto
Pemerhati kesehatan mental di Denpasar, Eko Budi Sutrismianto

BALIEXPRESS.ID- Glamping di Kintamani menjadi salah satu aktivitas di alam terbuka yang tidak saja menyenangkan.

Namun juga bisa menjadi salah satu terapi yang memiliki efek positif bagi mereka yang mengalami masalah pada kesehatan mental.  

Pemerhati kesehatan mental di Denpasar, Eko Budi Sutrismianto, mengungkapkan beberapa teori psikologi, menyebutkan jika Glamping sangat efektif digunakan sebagai terapi kesehatan, khususnya bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, depresi hingga trauma.

Baca Juga: KEREN! Video Klip Dirilis Dua Bulan; Lagu Luh Rai Putri Bali dari Lolot Band Ditonton Hingga 1,1 Juta Kali

"Hal ini karena aktivitas Glamping yang dilakukan di alam terbuka akan memberikan akses kepada tubuh manusia untuk menikmati keindahan alam yang ada. Sehingga bisa memberikan efek relaksasi, sehingga mampu meningkatkan suasana hati," jelasnya.

Dari literatur yang pernah dibacanya, Eko menyebutkan ada beberapa manfaat positif aktivitas Glamping ini. Antara lain,

  1. Sebagai terapi untuk mengurangi stres dan gangguan kecemasan.

Aktivitas Glamping di Kintamani dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang indah, bisa menjadi terapi yang baik penderita gangguan kecemasan. Karena udara yang bersih, dan lingkungan yang hijau mampu membantu menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) dan peningkatan hormon serotonin (hormon bahagia).

  1. Untuk Peningkatan Mood dan Kebahagiaan

Eko menyebutkan ada penelitian yang menyebutkan jika aktivitas di alam terbuka seperti glamping dapat meningkatkan suasana hati dan kebahagiaan. Ini disebabkan oleh peningkatan produksi endorfin, hormon yang bertanggung jawab atas perasaan senang dan rileks.

Baca Juga: Swiss-Belhotel Tuban Hadirkan Keseruan Liburan Keluarga dengan Penawaran Spesial “School Holiday Staycation”

  1. Peningkatan Kualitas Tidur

Lingkungan alam yang tenang dan minim gangguan seperti kawasan Glamping di Kintamani yang sering kali dibuat privat, bisa menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kualitas tidur. Dengan tidur di alam terbuka, seperti saat glamping, dapat membantu mengatur ritme sirkadian dan meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.

  1. Peningkatan Kreativitas dan Fokus

Dengan aktivitas Glamping di Kintamani Bali, tidak saja stress dan kualitas tidur yang kembali membaik, tapi aktivitas Glamping ini juga membawa dampak positif bagi tingkat kreativitas dan fokus seseorang. Karena Glamping, dengan lingkungannya yang berbeda dan menenangkan, dapat memberikan stimulasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan memecahkan masalah.

  1. Peningkatan Koneksi Sosial

Glamping sering dilakukan bersama teman atau keluarga, yang dapat memperkuat ikatan sosial dan meningkatkan dukungan emosional. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang kuat berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik.

Baca Juga: Fraksi Golkar Dorong Pj Bupati Klungkung Aktif Jemput Bola Program yang Jadi Agenda Pemerintah Pusat

"Tidak itu saja, aktivitas Glamping di Kintamani Bali aktivitas Glamping juga mampu menjadi salah satu aktivitas untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan psikologi seseorang," tambahnya.

Hal ini menurutnya karena arena. Glamping bukan hanya tentang menikmati fasilitas mewah di tengah alam, tetapi Glamping juga mampu memberikan kesempatan untuk melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari, bersantai, dan menikmati waktu berkualitas tanpa harus repot dan mengalami kelelahan fisik untuk menikmatinya. (gek).

 

Editor : Wiwin Meliana
#bali #Kintamani #kesehatan mental #glamping #manfaat