Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Yayasan Kaki Kita, Harapan Baru Bagi Penderita Diabetes Melalui Kaki Palsu dan Pemberdayaan Disabilitas

Rika Riyanti • Kamis, 26 September 2024 | 21:51 WIB

KAKI PALSU: Yayasan Kaki Kita memproduksi kaki palsu untuk penyandang diabetes yang mengalami amputasi kaki
KAKI PALSU: Yayasan Kaki Kita memproduksi kaki palsu untuk penyandang diabetes yang mengalami amputasi kaki

 

BALIEXPRESS.ID — Di balik angka statistik yang mengerikan tentang amputasi akibat diabetes, Yayasan Kaki Kita hadir sebagai cahaya harapan bagi mereka yang terpinggirkan.

Sejak 2019, yayasan ini berdiri di Bali dengan tekad memberikan kehidupan baru bagi penderita diabetes yang kehilangan anggota tubuh.

I Made Aditiasthana, seorang perawat yang juga pendiri yayasan ini, membangun pondasi harapan bagi mereka yang terpaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa kaki. 

Baca Juga: Penonton Asal Cium Pipi Penari Joged Bumbung, Ini Tanggapan Kadisbud Bali

“Kami berfokus pembuatan kaki untuk penyakit diabetes, sebab kelompok masyarakat yang lambat mendapatkan kaki palsu yakni kelompok diabetes karena rata-rata mereka sudah berusia 40 tahun keatas. (Kami melihat) penderita amputasi kurang akses untuk mendapatkan kaki palsu,” ungkapnya, Kamis (26/9).

Adi menjelaskan, untuk dapat memperoleh kaki palsu ini, biasanya pihak keluarga akan menghubungi yayasan melalui media sosial Instagram atau WhatsApp.

Jika memang pasien diabetes merupakan pasien tidak mampu, maka akan dilakukan penggalangan donasi sesuai dengan kesepakatan keluarga.

Baca Juga: Bebas dari Jeratan Kasus Landak, Sukena Datangi De Gadjah

Namun, jika pada yayasan tersedia kas, akan langsung diberikan kaki palsu dengan meminta rekomendasi dari kantor desa tempat pasien tinggal.

“Di Tahun 2024 ini kami sudah kasih 20 kaki palsu gratis di Buleleng, Denpasar, Jembrana. Kita kerjasama dengan rumah sakit juga,” jelasnya. 

Diakui Adi, permintaan akan kaki palsu ini cukup tinggi.

Baca Juga: Perkelahian di Banyuning Berujung Damai, Kepala Desa dan Lurah Sampaikan Permohonan Maaf

Hal inipun bisa menjadi ladang bisnis baru.

Sayangnya, kebanyakan dari penderita diabetes merupakan orang tidak mampu sehingga sangat sulit untuk mendapatkan kaki palsu.

Ia juga menjelaskan kaki palsu untuk amputasi kasus diabetes berbeda dengan kaki palsu untuk amputasi pada kasus kecelakaan.

Baca Juga: Tingkatkan Gairah Pesta Demokrasi, Mr Rambo Usul Debat Pilgub Berlangsung di 9 Kabupaten/Kota di Bali

“Kami terkendala donasi. Kalau anak kecil galang donasi lebih mudah terkumpul kalau lansia lebih susah. Setelah dilakukan pembuatan kaki palsu, kami akan rehabilitasi untuk penggunaannya dan ini yang agak susah butuh waktu rehab sekitar 2-3 bulan,” katanya. 

Yayasan Kaki Kita tidak hanya fokus pada perawatan luka diabetes dan pembuatan kaki palsu, tetapi juga memberdayakan penyandang disabilitas melalui daur ulang sampah plastik menjadi barang komersial seperti tas dan kacamata.

Selain menyediakan kaki palsu untuk penderita diabetes, yayasan ini juga menjual kaki palsu untuk korban kecelakaan dengan harga mulai dari Rp 6 juta. 

Baca Juga: Kadek Arel, Pemain Timnas U-20 Indonesia dari Bali United Tetap Percaya Diri Meski Hanya Diberi Jeda Sehari di Kualifikasi Piala Asia U-20

Kaki palsu yang dibuat dari resin, fiber, dan kulit diproduksi langsung oleh penyandang disabilitas, sehingga harganya lebih terjangkau dan mudah perawatannya.

Setiap bulan, yayasan ini memproduksi 3-6 kaki palsu yang telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. 

Untuk mendukung keberlanjutan program sosial dan usaha mereka, yayasan sangat memerlukan donasi dan pasar bagi kerajinan karya disabilitas.

Baca Juga: Kasus Penusukan Saudara Tiri di Karangasem, AWK Janji Bantu Biaya Upacara dan Sekolah Anak Korban

“Kami butuh donasi karena ini merupakan program sosial dan untuk unit usaha kami yang diperlukan pasar. Unit usaha karya disabilitas dari Yayasan kami seperti plastik kacamata, meja, kursi paling banyak furniture dan kerajinan,” katanya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#Yayasan kaki Kita #diabetes #amputasi #denpasar