BALIEXPRESS.ID - Jumlah kasus baru HIV/AIDS di Bali tahun 2024 tercatat sebanyak 1.487 kasus.
Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.994 kasus, dan sebanyak 1.824 kasus di tahun 2022.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bali, I Nyoman Sudiyasa, mengungkapkan bahwa dari Januari hingga September 2024 tercatat 1.487 kasus baru HIV/AIDS.
Baca Juga: Dikecam Usai Olok-Olok Penjual Es Teh, Gus Miftah Minta Maaf
Ia menjelaskan, data kasus dihitung berdasarkan lokasi fasilitas kesehatan tempat pasien mendapatkan layanan, sehingga tidak dapat memastikan daerah dengan jumlah kasus tertinggi atau terendah.
“Dimana mengakses pelayanan meskipun di berasal dari luar daerah kabupaten/kota itu, ataupun dari luar provinsi,” katanya.
Sebelumnya, dalam Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 di Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kondusif untuk penanggulangan AIDS.
Baca Juga: Kronologi Paman Rudapaksa Ponakan Kelas 3 SD di Denpasar, Korban Cerita Pelaku Push Up di Atasnya
Ia mengajak masyarakat menunjukkan empati dan simpati terhadap ODHIV agar bebas dari stigma dan diskriminasi, sejalan dengan tema "Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa," yang menyoroti pendekatan inklusif dalam pemenuhan hak-hak individu dan akses layanan kesehatan.
“Implikasi dari sikap empati ini akan mendorong ODHIV menjadi agen pencegahan, bukan sebagai agen penularan seperti yang dikhawatirkan banyak pihak,” terangnya.
Sebagai informasi, data kumulatif yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Bali sejak 1987 hingga September 2024 mencatat 31.361 kasus, terdiri atas 19.589 kasus HIV dan 11.772 kasus AIDS.
Baca Juga: Nama Gus Miftah Trending Topik Usai Olok-olok Penjual Es Teh di Magelang
Berdasarkan jenis kelamin, perempuan tercatat sebanyak 11.317 kasus dan laki-laki 20.044 kasus.
Untuk usia, temuan terbesar berada pada kelompok usia 20–29 tahun (11.401 kasus), diikuti usia 30–39 tahun (10.578 kasus), dan usia 40–49 tahun (5.074 kasus).
Lima kabupaten/kota dengan kasus terbanyak adalah Denpasar (16.216 kasus), Badung (4.562 kasus), Buleleng (3.863 kasus), Gianyar (2.478 kasus) dan Tabanan (1.392 kasus).
Baca Juga: Paman Bejat Beberapa Kali Rudapaksa Ponakan Kelas 3 SD di Denpasar, Divonis 10 Tahun Penjara
Mahendra Jaya mengungkapkan bahwa 70 persen kasus HIV/AIDS disebabkan oleh hubungan seks berisiko, baik heteroseksual maupun homoseksual, serta penularan dari ibu positif HIV kepada bayinya.
Penularan juga terjadi melalui jarum suntik tercemar HIV, terutama di kalangan pecandu narkoba suntik (penasun).
“Saya optimis kita bisa menghentikan epidemi HIV/AIDS jika konsisten dengan komitmen ‘Tepati Janji - Stop AIDS.’ Terapkan konsep A (Abstinence/puasa seks), B (Be faithful/saling setia), C (Condom use/gunakan kondom pada seks berisiko), D (Do not inject/jangan coba-coba menyuntik narkoba), dan E (Education/pelajari HIV secara mendalam). Kita perlu bersatu dan bekerja lebih keras untuk menghentikan laju epidemi HIV/AIDS,” pesannya.(***)
Editor : Rika Riyanti