Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kurangi Stigma Negatif Terhadap ODGJ, RS Jiwa Provinsi Bali Resmi Berganti Nama Jadi RS Manah Shanti Mahottama

Rika Riyanti • Kamis, 26 Desember 2024 | 19:00 WIB

BARU: Acara peluncuran yang berlangsung di Aula RSJ Provinsi Bali, Bangli, Selasa (24/12)
BARU: Acara peluncuran yang berlangsung di Aula RSJ Provinsi Bali, Bangli, Selasa (24/12)

 

 

BALIEXPRES.ID – Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali secara resmi telah berganti nama menjadi Rumah Sakit Manah Shanti Mahottama.

Perubahan ini diresmikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya dalam acara peluncuran yang berlangsung di Aula RSJ Provinsi Bali, Bangli, Selasa (24/12).

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, peresmian ini ditandai dengan penekanan tombol sebagai simbolis perubahan identitas rumah sakit.

Baca Juga: UMKM Wingko Babat Lamongan Sukses Puluhan Tahun Berkat Dukungan BRI

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Bali menekankan pentingnya penghapusan stigma negatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Selama 95 tahun berdiri, RS Jiwa Provinsi Bali dikenal sebagai pusat perawatan ODGJ. Sayangnya, stigma negatif masih melekat di masyarakat, termasuk persepsi bahwa Bangli identik dengan gangguan jiwa. Padahal, rumah sakit ini hadir untuk melayani seluruh masyarakat Bali tanpa terkecuali,” ujar Mahendra Jaya.

Pergantian nama ini, lanjutnya, merupakan langkah strategis untuk mengubah persepsi publik.

Baca Juga: Sambut Nataru 2024/2025, Polda Bali Gandeng Komunitas Ojol Jaga Keamanan dan Ketertiban

“Rebranding ini diharapkan dapat mengurangi stigma negatif dan mempermudah pengembangan layanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif dan profesional,” tambahnya.

Direktur RSJ, dr. Ni Wayan Murdani, menjelaskan bahwa proses pergantian nama telah melalui tahapan panjang, termasuk Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga tokoh masyarakat.

“Nama Manah Shanti Mahottama memiliki makna mendalam; Manah berarti pikiran atau jiwa, Shanti berarti kedamaian dan ketenangan, serta Mahottama berarti yang terbaik atau paling utama,” jelasnya.

Baca Juga: KPK Cegah Eks Menkumham Yasonna Laoly ke Luar Negeri Terkait Kasus Harun Masiku

Lebih lanjut, dr. Murdani menambahkan bahwa pergantian nama ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan jiwa di Bali.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang layak dan manusiawi,” ujarnya.

Acara peresmian ini diawali dengan persembahyangan di Pura Tirta Ganapati dan dihadiri oleh Bupati Bangli, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Bali, serta berbagai undangan lainnya.

Baca Juga: Upacara Warak Kruron bagi Umat Hindu Bali: Solusi untuk Lepas dari Sebel Akibat Aborsi dan Keguguran

Dengan identitas baru sebagai RS Manah Shanti Mahottama, rumah sakit ini diharapkan mampu menjadi pusat layanan kesehatan jiwa yang unggul dan terpercaya, tidak hanya di Bali tetapi juga di tingkat nasional.(***)

 

Editor : Rika Riyanti
#Manah Shanti Mahottama #rumah sakit jiwa #bangli #gubernur bali