BALIEXPRESS.ID - Program cek kesehatan gratis (CKG) bagi masyarakat yang berulang tahun resmi dimulai serentak di Bali pada Senin (10/2).
Sebanyak 120 puskesmas di seluruh Bali siap melayani program ini, termasuk Puskesmas I Denpasar Utara yang pelaksanaannya ditinjau langsung oleh Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, bersama Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, beserta jajarannya.
Mahendra Jaya menyebutkan bahwa program ini merupakan "kado negara" dari Presiden RI, Prabowo Subianto, bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dan dapat melakukan deteksi dini penyakit.
Baca Juga: TRAGIS! Cek Kebun untuk Dibeli, Wanita Paruh Baya Tertimpa Pohon Sengon
“Ini adalah kado negara, Bapak Presiden Prabowo kepada masyarakat untuk mau memeriksakan kesehatannya secara gratis sehingga bisa dideteksi sakitnya secara dini. Dengan tahu sakitnya sehingga bisa dilakukan upaya pengobatan atau pencegahan,” ujarnya saat diwawancara.
Dalam kegiatan peninjauan tersebut, di Puskesmas I Denpasar Utara sudah ada 7 orang yang menggunakan layanan ini.
Mahendra Jaya berharap, semua penduduk di Bali dengan jumlah 4,4 juta jiwa bisa memanfaatkan program ini.
Baca Juga: WASPADA! Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava, Status Siaga Level III
Mengingat, program ini melayani usia 2 hari hingga lanjut usia dengan berbagai layanan cek kesehatan.
Untuk bayi baru lahir ada 6 layanan kesehatan, balita hingga pra sekolah dilayani 8 item cek kesehatan, sedangkan dewasa dan lansia dilayani 21 item.
Mahendra Jaya menambahkan, untuk mereka yang ulang tahun di bulan Januari 2025 akan diberikan kesempatan untuk cek kesehatan hingga April 2025.
Baca Juga: Kejar Sopir Truk Karena Diduga Bawa Sabu, Oknum Polisi Beri Klarifikasi
Kemudian, layanan kesehatan akan diberikan hingga satu bulan setelah ulang tahun.
“Syaratnya gampang, download aplikasi Satu Sehat, isi data diri dan lakukan screening mandiri sebelum ke Puskesmas. Kalau tidak pakai aplikasi, bisa lewat WA. Kalau tidak punya HP, bisa langsung ke Puskesmas,” jelasnya.
Sementara bagi mereka yang lahir pada 29 Februari atau tahun kabisat, pelayanan tetap akan diberikan.
“Tetap dilayani. Satu hari kita upayakan 30 orang bisa dilayani di satu Puskesmas. Kami harapkan masyarakat ramai-ramai cek kesehatannya, karena ini gratis,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menyatakan bahwa 11 Puskesmas di Denpasar akan melayani cek kesehatan gratis, dengan prioritas awal di Puskesmas I Denpasar Utara.
Pihaknya akan melakukan sosialisasi lebih lanjut, terutama terkait pendaftaran online untuk mempercepat pelayanan dan menghindari antrean.
Baca Juga: Update Bencana di Bali; Diterjang Puting Beliung, Atap Parkiran Mobil Terbang di Kuta Selatan
“Harapan kami, dengan ini masyarakat bisa sedini mungkin untuk tahu permasalahan kesehatannya, sehingga bisa melakukan tindaklanjut pengobatan,” tuturnya.
Untuk saat ini, anggaran untuk pelaksanaan cek kesehatan gratis ini memanfaatkan anggaran dari APBD Kota Denpasar.
“Nanti kami akan lakukan rapat evaluasi, apa yang perlu kita dukung lagi dalam pelayanan cek kesehatan gratis ini,” katanya.
Baca Juga: VIRAL! Pendaki Gunung Lawu Cuci Sepatu Di Petirtaaan Sapto Resi, Banjir Kecaman Warganet
Selain itu, pihaknya juga akan tetap menunggu arahan dari pusat sambil melakukan persiapan lebih lanjut.
Menurut Jaya Negara, dari simulasi yang digelar satu pasien butuh waktu maksimal 1 jam sampai hasil cek kesehatan keluar.
Selain itu, pihaknya menambahkan jika program ini tak melihat apakah KTP Denpasar maupun luar Denpasar.
“Kami melihatnya masyarakat Indonesia, termasuk wisatawan domestik yang sedang di Denpasar dan melakukan cek kesehatan selama sesuai dengan aturan kami akan layani,” terangnya
Salah seorang warga yang datang untuk cek kesehatan gratis, Wayan Sudina, 69, asal Denpasar, mengaku program ini sangat membantu, khususnya bagi para lansia karena mereka memerlukan pemeriksaan kesehatan tersebut.
“Saya tadi lakukan pemeriksaan tensi, kolesterol, dan hasilnya normal. Cuma kolesterol sedikit naik,” paparnya.
Baca Juga: Tertangkap! Beraksi Sejak November 2024, Pencuri Warung di Jungutbatu Akhirnya Dibekuk
Ia yang merayakan ulang tahun 23 Januari lalu mengaku tak butuh waktu lama untuk antre agar bisa mendapatkan pelayanan ini.
“Saya pakai sistem online. Sudah isi screening dulu kemarin di aplikasi sebelum ke sini, sehingga cepat,” katanya.
Sebelumnya, dirinya mengaku, rutin melakukan cek kesehatan setiap 6 bulan sekali menggunakan asuransi kesehatan.
Dalam cek kesehatan gratis ini, ia menilai, tak ada perbedaan perlakuan dengan menggunakan askes yang biasa ia ikuti.(***)
Editor : Rika Riyanti