Oleh: dr. Komang Aditya Yudistira, Sp.JP FIHA
Penyakit jantung rematik (PJR) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama pada anak-anak dan remaja. Penyakit ini berawal dari infeksi tenggorokan yang sering dianggap sepele, namun dapat berujung kerusakan katup jantung permanen.
Berawal dari Radang Tenggorokan
PJR terjadi akibat komplikasi dari demam rematik, yang muncul setelah infeksi tenggorokan oleh bakteri Streptococcusgrup A. Infeksi yang tidak diobati dengan antibiotik dapat memicu reaksi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan jantung. Akibatnya, katup jantung mengalami kebocoran atau penyempitan sehingga jantung bekerja lebih keras. “Banyak orang tua tidak menyadari bahwa radang tenggorokan yang dibiarkan bisa merusak jantung anak mereka,” kata dr. Komang Aditya, dokter spesialis jantung di Denpasar.
Gejala yang Sering Terabaikan
Gejala awal demam rematik biasanya muncul dua hingga tiga minggu setelah radang tenggorokan, seperti demam, nyeri sendi berpindah-pindah, dan kelelahan. Jika jantung sudah terkena, anak dapat mengalami sesak napas, jantung berdebar, dan bengkak pada tungkai. Jika tidak diobati, kerusakan katup bersifat permanen dan bisa berkembang menjadi gagal jantung.
Masih Banyak Kasus di Indonesia
Kementerian Kesehatan RI melaporkan, penyakit ini masih sering ditemukan di daerah dengan akses kesehatan terbatas. Anak-anak usia 5–15 tahun paling rentan terkena PJR, terutama di lingkungan padat dengan kebersihan rendah.
Pencegahan Lebih Mudah daripada Pengobatan
Pencegahan PJR sebenarnya sederhana. Obati infeksi tenggorokan sejak dini dengan antibiotik yang tepat. Anak yang pernah mengalami demam rematik memerlukan suntikan antibiotik bulanan untuk mencegah kekambuhan. Selain itu, orang tua disarankan memperhatikan gejala awal radang tenggorokan pada anak dan segera memeriksakannya ke dokter dan menuntaskan pengobatan sesuai anjuran dokter.
Jika Sudah Terjadi, Bagaimana?
Penderita PJR membutuhkan pengobatan jangka panjang, mulai dari obat-obatan hingga pemantauan rutin oleh dokter. Pada kasus berat, operasi perbaikan atau penggantian katup jantung mungkin menjadi pilihan terakhir.
Lindungi Jantung Anak dari Ancaman yang Bisa Dicegah
Penyakit jantung rematik bisa dicegah dengan langkah sederhana, yaitu mengobati infeksi tenggorokan tepat waktu. Jangan anggap sepele sakit tenggorokan, karena pencegahan jauh lebih murah dan mudah dibandingkan mengobati kerusakan jantung yang sudah terjadi.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Rheumatic fever and rheumatic heart disease. WHO Fact Sheet. Diakses 30 Juli 2025.
Carapetis JR, et al. Rheumatic heart disease. Nature Reviews Disease Primers. 2016;2:15084. doi:10.1038/nrdp.2015.84.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Penatalaksanaan Demam Rematik dan Penyakit Jantung Rematik. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.