Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Rusdi Method, Pengembangan Metode Baru Dalam Operasi Bariatrik

IGA Kusuma Yoni • Rabu, 10 September 2025 | 00:34 WIB
dr. Rusi Ketika mengenalkan Rusdi Method, Pengembangan Metode Baru Dalam Operasi Bariatrik
dr. Rusi Ketika mengenalkan Rusdi Method, Pengembangan Metode Baru Dalam Operasi Bariatrik

BALIEXPRESS.ID- Obesitas kini bukan lagi sekadar masalah penampilan, melainkan ancaman serius bagi kesehatan global.

Tren kasusnya meningkat tajam, termasuk di Indonesia, dari data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, 1 dari 3 orang dewasa Indonesia mengalami obesitas.

Sementara 1 dari 5 anak usia 5–12 tahun kelebihan berat badan.

Salah satu upaya medis yang saat ini umum dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan operasi bariatrik (pemotongan lambung dan bypass).

Tindakan bariatrik ini dipercaya mampu menurunkan berat badan hingga 57 persen dalam 6 bulan dan 83 persen dalam 12 bulan, jauh melampaui metode lain.

Namun tindakan bariatrik konvensional, ternyata memiliki resiko weight regain yang tinggi dan beberapa komplikasi yang cukup mengganggu.

Sehingga seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, dikembangkanlah metode baru dalam tata laksana operasi bariatrik ini, yakni RUSDI Method.

Recombinante Utendo Sleeve Gastrectomy De Ileal (RUSDI Method), merupakan hasil pengembangan metode baru dalam operasi bariatrik yang ditemukan oleh dr. Gede Eka Rusdi Antara, Sp.B, Subsp.BD(K), MARS, MH, dokter bedah digestif, di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.

Ketika ditemui di Denpasar, dr. Rusdi menjelaskan teknik baru ini merupakan hasil penelitian yang dilakukannya dalam disertasi doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

“Secara umum, teknik ini merupakan gabungan sleeve gastrectomy dengan ileal proximal bypass—pemotongan sebagian lambung yang langsung dihubungkan dengan usus halus bagian atas,” jelasnya.

Dari hasil penelitian yang dilakukannya, dr. Rusdi, menyebutkan jika penerapan metode baru tidak saja lebih efektif menurunkan berat badan.

Tetapi juga lebih unggul dalam menekan faktor inflamasi kronis, seperti CRP, Interleukin-6, TNF alfa,

jika dibandingkan dengan teknik bariatrik konvensional seperti Sleeve Gastrectomy dan OAGB atau One Anastomosis Gastric Bypass.

Selain itu, teknik terbaru ini dikatakannya juga memiliki sejumlah keuntungan klinis, seperti, perbaikan sindrom metabolik seperti diabetes, hipertensi, sleep apnea, osteoarthritis.

Memiliki resiko malnutrisi dan defisiensi vitamin lebih rendah dibandingkan teknik bypass konvensional.

Dengan RUSDI Method ini, pasien juga bisa menekan potensi terserang risiko GERD de novo  yang dikenal dengan GERD yang terjadi pasca operasi bariatrik, dan juga mengurangi risiko refluks empedu.

“Teknik ini juga mengurangi produksi hormon ghrelin yang memicu rasa lapar dan tetap memungkinkan akses endoskopi jika dibutuhkan. Selain itu, secara teknis lebih mudah dikerjakan oleh ahli bedah serta dapat direvisi kembali menjadi sleeve gastrectomy bilamana diperlukan,” tambahnya.

 

Editor : IGA Kusuma Yoni
#pemotongan lambung #bariatrik #gerd #obesitas #Kementerian Kesehatan RI #Rusdi Method