BALIEXPRESS.ID - Di balik sosoknya yang ramah dan penuh ketegasan, Widya Ismar, hadir sebagai figur inspiratif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan keluarga dan masyarakat. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BNN Kabupaten Gianyar ini dipercaya menjadi narasumber dalam Diklat Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi ASN Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Kamis (21/5).
Dalam kesempatan tersebut, ia membawakan materi bertema penting mengenai peran keluarga sebagai benteng utama terhadap ancaman narkoba.
Lahir di Binjai, Sumatera Utara, pada 2 Mei 1971, Widya Ismar tumbuh dengan latar pendidikan yang kuat. Pendidikan dasar hingga menengah ia tempuh di sekolah negeri di Kota Binjai. Semangat belajar membawanya melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Sumatera Utara (USU), mengambil Jurusan Akuntansi.
Tak berhenti di sana, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas UHAMKA Jakarta pada Program Studi Administrasi Pendidikan.
Perjalanan kariernya mencerminkan sosok perempuan yang tekun dan multidisipliner. Widya pernah berkarier sebagai accounting dan auditor di sejumlah perusahaan di Kota Medan dan Jakarta. Pengalaman profesional itu memperkuat kompetensinya di bidang pengelolaan keuangan dan tata kelola organisasi.
Baca Juga: KaKanwil Kemenag Bali Kuatkan ASN Kemenag Gianyar dengan Pemahaman Agama untuk Cegah Narkoba
Pada tahun 2001 hingga 2017, ia dipercaya menjabat Kepala Bagian Keuangan di sebuah sekolah tinggi di Kota Bekasi. Di dunia pendidikan tinggi, dedikasinya terus berlanjut hingga kini sebagai dosen tetap Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar di salah satu sekolah tinggi di Bekasi. Selain itu, ia juga aktif sebagai auditor dan konselor keuangan di Yayasan YBS Kota Bekasi.
Di hadapan ASN Kemenag Gianyar, Widya menekankan bahwa keluarga memiliki peran sentral sebagai benteng utama mencegah penyalahgunaan narkoba. Ia mengutip konsep ketahanan keluarga yang merujuk pada kemampuan keluarga mengelola sumber daya untuk mengatasi persoalan dan mencapai kesejahteraan, sebagaimana dipahami oleh BKKBN.
Menurutnya, terdapat lima dimensi utama ketahanan keluarga yang harus diperkuat, yakni ketahanan fisik, ekonomi, sosial, psikologi, serta legalitas dan struktur keluarga. Kelima unsur tersebut menjadi fondasi agar anggota keluarga mampu menghadapi ancaman maupun tantangan kehidupan, termasuk bahaya narkotika.
“Rumahku adalah surgaku, Baiti Jannati atau home sweet home, menjadi visi keluarga yang bahagia dunia dan akhirat,” ungkap Widya dalam pemaparannya.
Ia mengingatkan para orang tua agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik secara fisik, mental, ilmu pengetahuan, keterampilan, iman, akhlak, maupun ekonomi.
Dalam sesi materi, Widya juga mengulas pentingnya memahami perkembangan anak remaja, mulai dari perubahan fisik, perkembangan kognitif, sosial, hingga emosional. Menurutnya, pemahaman terhadap fase perkembangan remaja sangat penting agar orang tua tidak kehilangan arah dalam mendampingi anak di tengah derasnya pengaruh lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang ditandai dengan perubahan hormon, pertumbuhan fisik, kemampuan berpikir logis, hingga ketertarikan pada lingkungan sosial yang lebih luas. Karena itu, orang tua dituntut hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sahabat dialog bagi anak-anaknya.
Widya menegaskan bahwa salah satu cara membangun hubungan harmonis dengan anak adalah melalui kemampuan mendengar dan memberi perhatian. Mendengarkan dengan sungguh-sungguh pengalaman dan perasaan anak akan memperkuat komunikasi dalam keluarga. Selain itu, pujian yang tulus juga menjadi sarana efektif membentuk perilaku positif anak.
Tak kalah penting, Widya mengingatkan bahwa orang tua harus terlebih dahulu memahami dirinya sendiri sebelum mendampingi anak. "Pengelolaan stres dan kesiapan emosional menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan aman dari pengaruh negatif, termasuk narkoba, " tegasnya.
Melalui kegiatan diklat ini, Widya Ismar berharap ASN Kemenag Gianyar dapat menjadi penggiat P4GN yang tidak hanya aktif di lingkungan kerja, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan keluarga masing-masing. Sebab, menurutnya, keluarga yang harmonis dan komunikatif merupakan benteng paling kokoh dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.*
Editor : Putu Agus Adegrantika