Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menghargai Peningkatan Personel Keamanan untuk Mencegah Aksi Brutal KST Papua

I Putu Suyatra • Jumat, 22 September 2023 | 16:39 WIB
KST: Teror KST makin menjadi-jadi. KST menjadi sumber konflik di masyarakat dan menghambat pembangunan di Papua.
KST: Teror KST makin menjadi-jadi. KST menjadi sumber konflik di masyarakat dan menghambat pembangunan di Papua.

Oleh: Maria Pariri Hurlatu*

Dalam upaya mencegah terulangnya gangguan keamanan oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Mathius Fakhiri, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, dengan tekad yang kuat, berencana segera mengirimkan personel Brigade Mobile (Brimob). Langkah ini patut diapresiasi sebagai komitmen nyata dalam melindungi masyarakat.

Pengiriman personel Brimob ke wilayah Oksibil, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, diperlukan karena wilayah tersebut masih sering menjadi sasaran berbagai tindakan teror, seperti penembakan, penyerangan, dan pembakaran oleh gerombolan separatis.

Sejak hari Senin, tanggal 18 September 2023, anggota KST Papua yang mengaku sebagai Kodap 35 Bintang Timur telah melakukan serangkaian tindakan kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa, termasuk jatuhnya seorang personel Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz, Brigadir Polisi Satu (Briptu) Agung, saat sedang patroli di wilayah Serambakan. Mereka juga menyerang warga yang berada di rumahnya, melukai dua orang. Pada hari Selasa, tanggal 19 September 2023, gerombolan separatis itu kembali menyerang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah (Pemda) Pegunungan Bintang yang hendak ke kantor, menyebabkan luka-luka.

Tindakan kekerasan dan teror yang dilakukan oleh KST Papua tidak dapat dibiarkan berlanjut. Oleh karena itu, aparat keamanan harus bertindak tegas. Pengiriman personel Brimob segera dilakukan untuk membantu mengamankan dan memulihkan wilayah tersebut.

Penting juga untuk dicatat bahwa KST Papua, yang mengklaim diri sebagai Kodap 35 Bintang Timur, adalah pecahan dari kelompok yang sebelumnya mengganggu kawasan Kiwirok. Setelah Kiwirok berhasil diamankan oleh aparat, mereka beralih ke wilayah sekitarnya, termasuk Oksibil.

Aparat keamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri akan terus berupaya dengan tekad kuat untuk memulihkan keamanan di Oksibil dan sekitarnya serta menegakkan hukum dengan tegas kepada pelaku-pelaku tersebut.

Selain itu, Kapolda Papua tidak hanya mengirimkan personel Brimob, tetapi juga dengan tegas membantah klaim bahwa gerombolan teroris tersebut telah menguasai wilayah Oksibil. Fakta menunjukkan bahwa wilayah tersebut tetap berada di bawah pengawasan dan perlindungan aparat keamanan yang dilindungi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk mengatasi gangguan keamanan yang ada, jumlah personel keamanan akan terus ditambahkan untuk efektivitas pembersihan kelompok separatis dan teroris tersebut. Meskipun mereka mengklaim ingin merdeka, klaim ini tegas disanggah oleh Irjen Pol Mathius Fakhiri, mengingat tindakan ancaman, pembunuhan, dan aksi kriminal yang terus mereka lakukan.

Semua tindakan mereka tidak dapat dibiarkan berlanjut. Oleh karena itu, penegakan hukum harus dilakukan dengan menambah personel Brimob yang akan datang langsung ke wilayah tersebut dan terus mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dalam upaya menindak tegas dan menerapkan hukum sebagaimana berlaku, Kapolda Papua dengan tegas menyatakan niatnya untuk mengirimkan personel Brimob.

*) Penulis adalah Mahasiswa Papua yang Tinggal di Bali

Editor : I Putu Suyatra
#papua #KST