Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Media Massa: Garda Terdepan Melawan Radikalisme dan Terorisme

I Putu Suyatra • Senin, 1 April 2024 | 14:24 WIB

Radikalisme Membahayakan Kehidupan Berbangsa
Radikalisme Membahayakan Kehidupan Berbangsa

Di tengah gejolak ancaman radikalisme dan terorisme yang masih membayangi keamanan global, peran media massa kian vital dalam upaya mencegah penyebaran ideologi ekstrem. Bukan sekadar saluran informasi, media massa juga menjadi platform pembentuk opini dan penentu sikap masyarakat terhadap isu krusial ini.

Tanggung Jawab Besar Media

Memastikan informasi yang disampaikan bebas dari propaganda radikal menjadi tanggung jawab utama media. Liputan berimbang dan penyajian berbagai sudut pandang tentang radikalisme dan terorisme akan membantu masyarakat memahami akar permasalahan dan dampak destruktif ekstremisme.

Sinergi dengan BNPT

Direktur Pencegahan BNPT, Prof Irfan Idris, menegaskan bahwa gerakan radikal terus bertransformasi, termasuk tren peningkatan radikalisasi pada perempuan, anak, dan remaja. Media massa didorong untuk aktif mendukung program pencegahan BNPT, sejalan dengan program prioritas 2024.

Kerjasama BNPT dan media massa diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan terorisme melalui sinergi pemerintah dan media. Upaya ini meliputi:

Pemahaman yang Benar tentang Terorisme

Pemberitaan akurat dan bertanggung jawab menjadi kunci dalam memberikan pemahaman yang benar tentang terorisme kepada masyarakat. Hal ini membantu deteksi dini dan memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap ideologi radikal.

Komitmen Media Massa

Media massa harus berkomitmen untuk tidak memberikan ruang bagi ideologi radikal dalam platform mereka. Prioritaskan pemberitaan yang mengedukasi, memberikan pemahaman mendalam tentang akar masalah, dan menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas sosial.

Faktor Penyebab Radikalisme

Irjen Pol (Purn) Hamli, pengamat terorisme, menyoroti faktor-faktor yang memicu penyebaran propaganda radikalisme, seperti:

Ideologi transnasional berbahaya seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir (HT), Salafi Wahabi, Salafi Jihad, Syiah, dan Jamaah Tabligh menjadi pintu masuk bagi paham radikal.

Peran Ganda Media Massa

Peran media massa dalam mencegah radikalisme dan terorisme tidak hanya terletak pada penyampaian informasi yang akurat, tetapi juga menghindari glorifikasi terhadap paham radikal. Glorifikasi dapat memantik individu rentan untuk terlibat dalam gerakan terorisme.

Menjauhi Narasi yang Menyesatkan

Media massa perlu menempatkan pemberitaan dengan hati-hati, menjauhi narasi yang memuja atau membenarkan aksi terorisme. Fokuslah pada analisis mendalam tentang akar permasalahan dan upaya pencegahan.

Kesimpulan

Peran media massa dalam mencegah radikalisme dan terorisme sangatlah penting. Melalui pemberitaan yang akurat, inspiratif, dan bertanggung jawab, media massa dapat membangun kesadaran publik, memperkuat daya tangkal masyarakat, dan memperkokoh fondasi demokrasi dan pluralisme di Indonesia.

Kolaborasi Menuju Indonesia Damai

Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, media massa, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun narasi kuat dan konsisten untuk menolak segala bentuk kekerasan dan ekstremisme. Dengan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kedamaian, Indonesia dapat bergerak maju menuju masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.

Oleh: Burhanudin Harahap (pengamat media)

Editor : I Putu Suyatra
#radikalisme