Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Meredam Penyebaran Paham Radikal dengan Pendekatan Islam Moderat dan Toleran

I Putu Suyatra • Jumat, 26 April 2024 | 17:44 WIB
Penanganan Radikalisme Perlu Sinergitas Semua Pihak
Penanganan Radikalisme Perlu Sinergitas Semua Pihak

Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, internet menjadi sarana utama bagi penyebaran berbagai informasi. Namun, sayangnya, kelompok-kelompok radikal memanfaatkan internet untuk menyebarkan paham-paham yang dapat merusak keharmonisan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk meredam penyebaran paham radikal dengan pendekatan Islam moderat dan penuh toleransi.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penanggulangan terorisme di Indonesia, memainkan peran penting dalam memerangi penyebaran paham radikal di dunia maya. BNPT perlu bekerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum untuk menghadirkan konten-konten yang mengusung narasi moderat di dunia maya. Saat ini, banyak orang mendapatkan informasi melalui platform online, sehingga diperlukan narasi yang seimbang dan mendukung untuk mengimbangi propaganda radikal.

Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol. Ibnu Suhaendra, S.IK, menyatakan bahwa konten-konten dengan narasi moderat dapat membantu pengguna internet atau masyarakat untuk menemukan informasi positif dan menghindari paham radikal serta terorisme. BNPT menyadari bahwa narasi dan konten moderat yang tersebar di dunia maya mampu menghadirkan counter terhadap narasi radikal dan terorisme.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan literasi digital masyarakat. Literasi digital merupakan kemampuan individu dalam menggunakan teknologi informasi secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan meningkatkan literasi digital, pengguna internet dapat menemukan informasi positif dan menghindari paham radikal serta terorisme.

Pemahaman yang tepat tentang ajaran Islam moderat adalah langkah awal dalam mencegah penyebaran paham radikal. Hal ini melibatkan penekanan pada nilai-nilai Islam yang menghormati keberagaman, menghargai perdamaian, dan mendorong dialog antar umat beragama. Pemahaman yang benar tentang Islam moderat dapat memberikan landasan kuat bagi masyarakat untuk menolak paham radikal.

BNPT sebagai leading sector tidak dapat bekerja sendiri, diperlukan peran aktif dari seluruh aparatur pemerintahan untuk berpartisipasi dalam produksi dan distribusi narasi moderat. Dengan partisipasi dari Kemenkominfo, Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI/POLRI, konten-konten narasi moderat yang ada di dunia maya dapat dioptimalkan sebagai bentuk counter terhadap konten-konten yang mengandung radikalisme dan terorisme. Selain itu, literasi masyarakat juga perlu ditingkatkan untuk meminimalisir paparan paham radikalisme dan terorisme.

Brigjen Pol. Ahmad Nurwakhid, Direktur Pencegahan BNPT, juga menegaskan pentingnya menguasai dua wilayah, yaitu ruang pendidikan dan dunia maya atau media sosial, dalam memerangi radikalisme dan terorisme.

BNPT juga perlu bekerja sama dengan ulama-ulama dan tokoh agama yang memiliki pemahaman Islam moderat dan penuh toleransi. Melalui kerjasama ini, ulama dan tokoh agama dapat aktif dalam menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan toleransi melalui media sosial dan platform online lainnya. Dengan demikian, narasi-narasi radikal dapat tereduksi dan digantikan dengan pesan-pesan yang mempromosikan perdamaian dan keharmonisan.

Pemerintah juga harus mengambil peran aktif dalam meredam penyebaran paham radikal di dunia maya. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengawasi dan menindak tegas akun-akun media sosial yang menyebarkan konten-konten radikal. Selain itu, pemerintah juga dapat melibatkan lembaga-lembaga pendidikan dan agama dalam memberikan edukasi dan pemahaman yang benar tentang Islam moderat kepada masyarakat.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah mendukung GP Ansor Jawa Tengah dalam menggelorakan moderasi beragama dengan membanjiri konten yang ramah atau positif di dunia maya. Kepala Diskominfo Jateng, Riena Retnaningrum, menyatakan bahwa pihaknya mendukung adanya konten yang ramah, terutama di media sosial, yang akan berdampak positif dalam memerangi konten-konten yang mengandung radikalisme dan terorisme.

Penting juga untuk menciptakan platform-platform online yang aman dan terpercaya. Platform-platform tersebut harus memiliki kebijakan yang ketat terhadap konten-konten yang berpotensi merusak keharmonisan masyarakat. Selain itu, platform-platform tersebut juga harus mampu menghadirkan konten-konten yang bernuansa moderat dan penuh toleransi. Dengan adanya platform-platform online yang aman dan terpercaya, pengguna internet akan lebih mudah untuk mengakses informasi yang positif dan menghindari konten-konten yang berpotensi merusak.

Pendidikan juga memiliki peran yang sangat penting dalam meredam penyebaran paham radikal. Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi harus mengintegrasikan pendekatan Islam moderat dan penuh toleransi dalam kurikulumnya. Selain itu, lembaga-lembaga pendidikan juga harus memberikan pemahaman yang benar tentang Islam dan mendorong para siswa untuk menjadi agen perdamaian dan toleransi di masyarakat.

Dalam upaya meredam penyebaran paham radikal, perlu adanya kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat umum. Semua pihak harus saling bekerja sama untuk menyebarkan pesan-pesan yang mempromosikan Islam moderat dan penuh toleransi.

Oleh : Gavin Asadi (Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan)

Editor : I Putu Suyatra
#radikalisme