Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengamankan Tubuh Digital

I Putu Mardika • Sabtu, 21 September 2024 | 01:52 WIB

I Gusti Ngurah Aan Darmawan, M.I.Kom – Dosen Komunikasi dan Penyiaran STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja.
I Gusti Ngurah Aan Darmawan, M.I.Kom – Dosen Komunikasi dan Penyiaran STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja.
BALIEXPRESS.ID-Data pribadi kita dikumpulkan oleh penyedia platform digital hampir setiap menit. Pada saat yang sama, kita juga mendapati bahwa data pribadi kita bocor dan diperdagangkan.

Serangan siber yang semakin canggih membuat data tersebut rentan diretas oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, menambah kekhawatiran akan keamanan informasi pribadi kita di dunia digital. Dalam konteks ini, mengamankan “tubuh digital” menjadi krusial dan merupakan tanggung jawab masing-masing.

Tubuh digital mencakup data pribadi, jejak digital dan identitas online merupakan aset yang berharga pada era digital saat ini. Namun, apakah pesatnya pertumbuhan teknologi informasi ini juga diiringi dengan peningkatan kesadaran kita untuk mengamankan data pribadi di ruang digital?

Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), jumlah serangan siber di Indonesia mencapai 403 juta sepanjang 2023. Trafik tertinggi serangan siber terjadi pada Agustus 2023. Jumlahnya mencapai 78 juta anomali trafik atau serangan siber.

Angka yang tinggi dan oleh karena itu, upaya pengamanan data pribadi harus terus-menerus ditingkatkan, baik melalui langkah teknis maupun peningkatan kesadaran individu tentang pentingnya menjaga keamanan digital.

Suka atau tidak, tidak ada sistem yang benar-benar seratus persen aman. Ketika kita berbicara tentang keamanan, hal tersebut sering kali berbanding terbalik dengan kenyamanan. Kondisi ini memaksa kita, sebagai pemilik tubuh digital, untuk melakukan berbagai langkah mitigasi.

Ibarat tubuh manusia yang memerlukan perlindungan terhadap penyakit melalui pola hidup sehat dan pencegahan, tubuh digital juga membutuhkan perlindungan berkelanjutan melalui langkah-langkah keamanan.

Seperti memperkuat dan memperbarui kata sandi secara berkala, memasang gembok autentikasi ganda, memanfaatkan antivirus dan virtual private network serta waspada terhadap ancaman siber yang terus berkembang. Keamanan digital adalah sebuah komitmen yang membutuhkan perhatian konstan.

Upaya mitigasi secara teknis itu hanya dapat dilakukan jika individu memiliki kemampuan dan kecakapan dalam penguasaan keterampilan dalam menggunakan internet dan media digital atau literasi digital. Maka dari itu perlu untuk mendorong inovasi dan investasi  dalam literasi digital termasuk peran media massa dalam memprioritaskan isu ini.

Media massa dengan teori Agenda Settingnya, memiliki kekuatan untuk menentukan topik apa yang dianggap penting oleh masyarakat. Dalam konteks tubuh digital, platform digital berperan sebagai media yang mengontrol wacana terkait privasi, keamanan data, dan perlindungan identitas digital.

Jika isu-isu ini tidak diprioritaskan, maka masyarakat cenderung tidak menyadari pentingnya mengamankan tubuh digital mereka. Oleh karena itu, perusahaan teknologi dan media perlu mengangkat topik ini, sehingga pengguna lebih sadar dan waspada terhadap risiko yang mengancam identitas digital mereka.

Konten peristiwa serangan siber juga perlu diimbangi dengan konten literasi digital. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak hanya dipenuhi informasi, tetapi juga memahami cara mengelola dan menyikapi informasi tersebut secara kritis.

Berita berupa infografis dan video menjadi komunikasi interaktif yang dapat memudahkan masyarakat dalam memahami keamanan di ruang digital.

Secara keseluruhan, pengamanan tubuh digital tidak hanya soal keamanan teknis semata, tetapi juga terkait dengan bagaimana kita memahami dan mengelola komunikasi kita di ruang digital. Kesadaran kritis akan wacana publik terkait privasi harus terus digaungkan oleh media massa.

Di dunia yang semakin terhubung, pengamanan tubuh digital adalah langkah penting untuk menjaga kedaulatan pribadi dan keadilan dalam interaksi daring.

Oleh:

I Gusti Ngurah Aan Darmawan, M.I.Kom – Dosen Komunikasi dan Penyiaran STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja.

Editor : I Putu Mardika
#pribadi #digital #data #bocor #platform