Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dukung Pilkada 2024 Tanpa Politik Uang: Wujudkan Kepemimpinan Bersih dan Amanah

I Putu Suyatra • Jumat, 18 Oktober 2024 | 15:07 WIB
ilustrasi Pilkada.
ilustrasi Pilkada.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 menjadi momentum krusial bagi Indonesia untuk mewujudkan kepemimpinan yang jujur dan amanah. Dalam proses demokrasi ini, masyarakat memiliki peran penting untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi daerahnya. Namun, tantangan besar yang terus menghantui Pilkada adalah praktik politik uang, yang mengancam integritas dan keadilan proses pemilihan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas menyampaikan kekhawatirannya terkait politik uang. Menurutnya, praktik ini telah lama merusak demokrasi di Indonesia, muncul dalam setiap tahapan pemilihan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Presiden juga menekankan pentingnya peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam mengawasi jalannya Pilkada dan mencegah segala bentuk pelanggaran, termasuk politik uang.

Peran masyarakat juga tak kalah penting dalam mengawal Pilkada yang bersih. Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan adanya politik uang menjadi salah satu kunci keberhasilan untuk menghilangkan praktik ini dari akar demokrasi.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Munandar Nugraha, turut menyoroti bahwa politik uang menjadi ancaman serius dalam Pilkada 2024. Tantangan ini bukan hanya melibatkan pihak yang memberi, tetapi juga penerima yang seringkali enggan melapor karena takut terkena sanksi. Oleh karena itu, kerja sama dengan tokoh masyarakat, organisasi, dan warga setempat diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam menekan praktik politik uang di lapangan.

Selain itu, anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Ratna Dewi Pettalolo, menekankan pentingnya peran perempuan dalam mengawal Pilkada. Dengan pengaruh yang dimiliki perempuan dalam keluarga dan komunitas, mereka diharapkan dapat mendorong pemilih untuk menolak politik uang dan memilih berdasarkan kualitas calon.

Menolak politik uang adalah langkah krusial untuk menciptakan Pilkada yang bersih, adil, dan berintegritas. Pemimpin yang terpilih secara jujur akan memiliki tanggung jawab moral yang lebih tinggi, serta membawa manfaat jangka panjang bagi daerah dan masyarakat yang dipimpinnya. Hanya dengan kepemimpinan yang amanah, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara efektif.

Mari bersama-sama dukung Pilkada 2024 tanpa politik uang demi masa depan yang lebih baik!

Oleh: Riyanto Pratama (kontributor Jendela Baca Institute)

Editor : I Putu Suyatra
#pilkada