Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Presiden Prabowo Subianto Dorong Penguatan UMKM Sebagai Pilar Ekonomi Indonesia

I Putu Suyatra • Selasa, 5 November 2024 | 14:12 WIB
Berkat Pemberdayaan BRI, UMKM Ini Optimalkan Produk Bambu Hingga Mancanegara
Berkat Pemberdayaan BRI, UMKM Ini Optimalkan Produk Bambu Hingga Mancanegara

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) telah lama menjadi fondasi ekonomi Indonesia, berkontribusi besar dalam menyerap tenaga kerja dan menyokong PDB (Produk Domestik Bruto). Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berfokus pada pemberdayaan UMKM melalui berbagai kebijakan dan program strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong inovasi yang diperlukan di era ekonomi digital.

Langkah awal yang signifikan adalah pemisahan Kementerian Koperasi dan UMKM menjadi dua kementerian mandiri, dengan tujuan meningkatkan fokus dan efektivitas pengelolaan sektor UMKM. Menteri UMKM 2024-2029, Maman Abdurrahman, menyatakan pemisahan ini sebagai strategi penting untuk mendukung pertumbuhan pesat UMKM. Dengan kementerian khusus UMKM, diharapkan jumlah UMKM yang berhasil "naik kelas" akan meningkat.

Selain itu, Presiden Prabowo berencana menghapus utang sekitar 6 juta pelaku UMKM, petani, dan nelayan yang terbebani pinjaman lama. Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, menyebutkan bahwa sebagian utang ini berasal dari masa krisis 1998. Penghapusan utang diharapkan mengurangi beban finansial mereka, sehingga lebih fokus pada pengembangan usaha. Kebijakan ini mendapat dukungan dari Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso, yang menekankan pentingnya kriteria ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Penguatan UMKM juga akan dilakukan melalui pelatihan yang mencakup manajemen bisnis, pemasaran, teknologi, dan inovasi produk. Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, menekankan bahwa pelatihan ini akan membuka peluang bagi UMKM menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Dengan pengetahuan tentang standar internasional, UMKM Indonesia dapat lebih kompetitif, baik di pasar domestik maupun internasional.

Tantangan terbesar UMKM adalah akses pembiayaan. Di era Presiden Prabowo, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan melalui skema kredit mikro, subsidi bunga, dan penyederhanaan perizinan. Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat menjangkau pelaku usaha di daerah terpencil yang sulit mengakses layanan perbankan.

Pemerintah juga memprioritaskan pemasaran digital untuk UMKM, dengan memanfaatkan e-commerce dan media sosial guna memperluas jangkauan pasar. Sinergi antara UMKM dan perusahaan besar menjadi agenda utama. Siti Mukaromah, anggota Komisi VII DPR RI, menyatakan bahwa kerja sama antara Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, dan sektor swasta akan mendorong UMKM tumbuh lebih cepat dan berkembang menjadi industri kecil dan menengah.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif pajak dan menyederhanakan birokrasi guna menciptakan iklim bisnis yang lebih ramah bagi UMKM. Dengan kebijakan ini, UMKM diharapkan dapat berkembang tanpa terbebani aturan yang menghambat, serta terlindungi dari persaingan yang tidak sehat.

Secara keseluruhan, penguatan UMKM di era Presiden Prabowo meliputi aspek pembiayaan, pemasaran, pelatihan, dan inovasi. Dengan komitmen pemerintah yang kuat, UMKM Indonesia diharapkan semakin kokoh sebagai pilar ekonomi nasional yang berkelanjutan dan tangguh.

Oleh: Jefri Muskaro (Penulis adalah Pengamat Ekonomi)

Estella Loupattij dan Noa Leatomu bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Estella Loupattij dan Noa Leatomu bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Editor : I Putu Suyatra
#umkm #Prabowo Subianto