Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Danantara: Langkah Strategis Prabowo Subianto Perkuat Kemandirian Ekonomi Nasional

I Putu Suyatra • Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:55 WIB

ilustrasi
ilustrasi

Di tengah perubahan geopolitik global yang penuh ketidakpastian, Indonesia membutuhkan strategi besar untuk memperkuat kedaulatan ekonominya. Presiden terpilih Prabowo Subianto menjawab tantangan ini dengan membentuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, sebagai simbol penguatan ekonomi nasional berbasis potensi dalam negeri.

Danantara: Mesin Konsolidasi Potensi Ekonomi Indonesia

Menurut anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), Danantara bukan sekadar lembaga investasi biasa, melainkan forum strategis untuk menyatukan kekuatan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa langkah ini menunjukkan konsistensi Prabowo dalam mempercepat kemandirian Indonesia melalui optimalisasi sumber daya.

Bamsoet menyoroti kekayaan alam Indonesia—seperti nikel, tembaga, emas, dan batu bara—yang memiliki nilai strategis tinggi di pasar global. Dengan dikonsolidasikan dalam Danantara, sumber daya ini dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Tanggapan Terhadap Perubahan Ekonomi Global

Ia juga menjelaskan bahwa perubahan tatanan dunia, seperti bubarnya NAFTA dan pengalihan investasi global ke sektor pertahanan oleh Uni Eropa, menuntut Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonominya. Pembentukan Danantara menjadi respons konkret Prabowo terhadap dinamika tersebut.

Buka Lapangan Kerja dan Tambah Nilai Ekonomi

Konsolidasi lewat Danantara diharapkan membuka peluang kerja dan memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata. Pengelolaan sumber daya yang profesional akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Potensi Saingi Temasek dan Khazanah Nasional

Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menyambut positif pembentukan BPI Danantara. Ia menyatakan bahwa dengan tata kelola yang transparan dan dukungan aset negara, Danantara berpotensi bersaing dengan Temasek Holdings (Singapura) dan Khazanah Nasional (Malaysia). Bahkan, Shinta optimistis Danantara bisa tumbuh menjadi lembaga investasi negara kelas dunia.

Menurutnya, lembaga ini dapat menjadi katalisator pengelolaan aset negara yang lebih produktif, sekaligus mendorong kerja sama antara sektor publik dan swasta serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Dukung Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi

Dalam lanskap global yang semakin kompetitif, Danantara diposisikan sebagai kunci transformasi ekonomi nasional menuju sistem yang berkelanjutan, inklusif, dan inovatif. Fokus investasinya diarahkan pada sektor prioritas seperti energi hijau, teknologi industri, dan manufaktur berteknologi tinggi.

Simbol Kemandirian dan Visi Ekonomi Jangka Panjang

Lebih dari sekadar lembaga investasi, Danantara adalah simbol tekad untuk membangun kemandirian ekonomi. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Danantara mencerminkan arah kebijakan yang berani, terstruktur, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Dengan kolaborasi multipihak, tata kelola profesional, serta konsolidasi potensi nasional, Danantara siap menjadi poros baru ekonomi Indonesia—menggerakkan bangsa menuju masa depan yang berdaulat, makmur, dan disegani dunia. ***

Oleh: Rivka Mayangsari (pemerhati ekonomi)

 

Editor : I Putu Suyatra
#Danantara