Sekolah Rakyat: Solusi Pemerintah Hadirkan Pendidikan Berkualitas Bagi Masyarakat Kurang Mampu
I Putu Suyatra• Selasa, 20 Mei 2025 | 13:22 WIB
ilustrasi
Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat. Program ini dirancang khusus untuk masyarakat kurang mampu, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan pembangunan. Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk percepatan pengurangan kemiskinan melalui pendidikan.
BKN Siap Dukung Sekolah Rakyat dengan Tenaga Pendidik Profesional
Salah satu instansi yang berperan besar dalam mendukung program ini adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN). Wakil Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto, menegaskan komitmen pihaknya dalam menyediakan tenaga pendidik profesional demi kesuksesan Sekolah Rakyat. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang menitikberatkan pentingnya pendidikan sebagai pilar utama dalam pengentasan kemiskinan.
BKN merancang sejumlah strategi rekrutmen dan distribusi guru, termasuk:
Pemanfaatan ASN PPPK paruh waktu.
Redistribusi guru PNS dari daerah surplus tenaga pendidik.
Pembukaan formasi khusus untuk guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Skema ini memastikan kebutuhan guru tidak hanya terpenuhi secara administratif, tetapi juga memperhatikan faktor geografis dan sosial masyarakat setempat.
Lulusan PPG dan Sistem Meritokrasi Jadi Fokus Utama
Dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan, BKN juga mendorong penugasan lintas wilayah dan pengiriman lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) ke daerah-daerah. Para lulusan ini dinilai memiliki kompetensi pedagogis dan semangat pengabdian tinggi.
Rekrutmen tenaga pendidik tetap berlandaskan prinsip meritokrasi, yakni seleksi terbuka dan berbasis kompetensi. Ini penting agar guru yang diterjunkan benar-benar mampu mengajar secara profesional dan berdedikasi.
Kementerian Sosial Bangun 200 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia
Kementerian Sosial (Kemensos) juga berperan aktif dalam pembangunan fisik dan operasional Sekolah Rakyat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut, pemerintah menargetkan pembangunan 200 Sekolah Rakyat, dengan rincian:
100 sekolah dibiayai APBN melalui Kementerian PUPR.
100 sekolah hasil kerja sama dengan pihak swasta.
Sekolah Rakyat dirancang tidak sekadar sebagai bangunan pendidikan, melainkan juga sebagai pusat pemberdayaan komunitas. Oleh karena itu, pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan operasional sekolah menjadi sangat penting.
Model Pendidikan Inklusif dan Kontekstual
Program Sekolah Rakyat mengusung pendekatan pendidikan berbasis komunitas dan inklusif, disesuaikan dengan kondisi sosial-ekonomi peserta didik. Fokusnya tidak hanya pada akademik, tetapi juga pada:
Pengembangan karakter.
Peningkatan keterampilan hidup (life skills).
Penanaman nilai-nilai kebangsaan.
Guru berperan bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan sosial. Untuk itu, mereka akan mendapatkan pelatihan khusus tentang:
Strategi pembelajaran kontekstual.
Metode kreatif.
Pendekatan partisipatif yang mendorong keaktifan siswa.
Peluang untuk Guru Muda dan Profesional
Program Sekolah Rakyat juga membuka peluang besar bagi guru-guru muda dan profesional yang ingin mengabdi di sektor pendidikan sosial. Pemerintah secara aktif mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam membangun pendidikan masa depan bangsa, termasuk dalam hal regenerasi tenaga pendidik yang berkualitas.
Sekolah Rakyat Jadi Langkah Strategis Masa Depan Pendidikan
Dengan kolaborasi erat antara BKN dan Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat diharapkan dapat berjalan terarah, efektif, dan berkelanjutan. Program ini bukan hanya solusi jangka pendek, melainkan menjadi strategi jangka panjang dalam menghadirkan pendidikan merata dan berkualitas.
Lebih dari itu, Sekolah Rakyat diproyeksikan mampu:
Memberi peluang emas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk berkembang.
Membangun modal sosial masyarakat melalui keterlibatan aktif orang tua, tokoh masyarakat, dan lembaga lokal.
Mewujudkan lingkungan belajar partisipatif yang mendukung keberhasilan pendidikan jangka panjang.
Menuju Generasi Tangguh dan Siap Bersaing Global
Keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya dilihat dari jumlah sekolah yang dibangun, tetapi dari kualitas guru, dampak pembelajaran, dan hasil nyata yang ditunjukkan oleh para lulusannya. Pemerintah berharap lulusan Sekolah Rakyat akan menjadi generasi tangguh, mandiri, dan mampu bersaing secara global.
Dengan hadirnya pendidikan berkualitas yang merata, Indonesia diyakini mampu membangun masa depan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan untuk seluruh rakyatnya. ***
Oleh: Nana Sukmawati (Penulis adalah mahasiswa asal Palembang yang berdomisili di Jakarta).