Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemerintah Mantapkan Program Strategis Nasional Menuju Swasembada Energi

I Putu Suyatra • Jumat, 3 Oktober 2025 | 13:10 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

Dalam menghadapi fluktuasi harga energi global dan dinamika geopolitik internasional, Indonesia menegaskan langkah strategis menuju swasembada energi. Melalui Program Strategis Nasional (PSN), pemerintah berkomitmen memperkuat kemandirian energi sebagai pilar utama pembangunan jangka menengah.

Ambisi swasembada energi bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan lewat program nyata: mulai dari pengembangan lahan, penguatan hulu-hilir migas, hingga percepatan transisi energi berbasis gas bumi dan energi baru terbarukan (EBT).

PSN Wanam Papua Selatan Jadi Fondasi Kedaulatan Energi

Salah satu langkah besar pemerintah adalah pengembangan PSN Wanam di Papua Selatan dengan lahan seluas 481 ribu hektare. Kawasan ini diarahkan tidak hanya untuk produksi pangan pokok, tetapi juga mendukung industri bioenergi seperti etanol, biodiesel (B50), hingga pembangunan pabrik propelan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, setiap tahap pembangunan dijalankan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, kearifan lokal, dan keberlanjutan. Dengan pelepasan lahan seluas 474 ribu hektare yang sudah mendapat persetujuan pusat, Wanam diharapkan menjadi simbol nyata kedaulatan energi nasional.

SKK Migas Dorong Sinergi Hulu-Hilir dan SDM Lokal

Upaya mewujudkan kemandirian energi nasional juga digerakkan dari sisi migas. SKK Migas menekankan pentingnya sinergi BUMN, perusahaan migas, dan pemerintah daerah.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, C. W. Wicaksono, menjelaskan bahwa penguatan SDM lokal menjadi prioritas utama. Perusahaan migas didorong mengutamakan tenaga kerja lokal, vendor dengan NPWP lokal, serta pengadaan barang dan jasa dari wilayah setempat. Strategi ini diyakini memberikan multiplier effect bagi perekonomian regional sekaligus memperkuat iklim investasi migas nasional.

PGN Jadikan Gas Bumi Tulang Punggung Transisi Energi

Dari sisi hilir, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memegang peran penting dalam distribusi energi nasional. Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menegaskan bahwa gas bumi akan menjadi tulang punggung transisi energi menuju swasembada energi Indonesia.

PGN saat ini telah mengoperasikan lebih dari 33.000 km jaringan pipa gas, fasilitas regasifikasi LNG, hingga stasiun pengisian gas. Di Banten, misalnya, PGN membangun lebih dari 84.000 sambungan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga, UMKM, hingga pelanggan industri.

Pemerintah juga memberikan dukungan berupa kemudahan perizinan, insentif fiskal, dan sosialisasi luas agar masyarakat lebih cepat beralih menggunakan gas bumi. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan impor LPG sekaligus meningkatkan efisiensi energi domestik.

Energi Baru Terbarukan dan Transisi Energi Nasional

Selain migas dan gas bumi, peran Energi Baru Terbarukan (EBT) semakin vital. Lembaga riset seperti IESR menegaskan bahwa EBT harus menjadi tumpuan utama menuju kemandirian energi nasional.

Pemanfaatan tenaga surya, panas bumi, bioenergi, hingga elektromobilitas diproyeksikan memperkuat ketahanan energi jangka panjang. Dalam skenario ini, gas bumi berperan sebagai “jembatan energi” sebelum EBT sepenuhnya mampu menopang kebutuhan nasional.

Menuju Swasembada Energi Nasional

Melalui langkah nyata mulai dari pengembangan lahan PSN, sinergi migas, penguatan SDM lokal, hingga pembangunan infrastruktur gas bumi, pemerintah menegaskan bahwa Program Strategis Nasional menuju Swasembada Energi bukan sekadar jargon.

Dengan dukungan lintas kementerian, BUMN, lembaga riset, hingga masyarakat, jalan menuju kemandirian energi Indonesia semakin terbuka lebar. Swasembada energi kini bukan lagi mimpi, tetapi menjadi agenda nyata untuk masa depan bangsa. ***

Oleh: Alexander Royce (Penulis merupakan Pengamat Sosial)

Editor : I Putu Suyatra
#energi