Target 60 Ribu Kopdes Merah Putih: Strategi Prabowo Bangkitkan Ekonomi Desa
I Putu Suyatra• Kamis, 15 Januari 2026 | 07:29 WIB
Ilustrasi
Langkah Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai jantung penggerak ekonomi desa kembali dipertegas pada awal tahun 2026. Ini merupakan sinyal kuat bahwa arah pembangunan nasional kini berpihak pada ekonomi rakyat melalui strategi nyata yang mulai dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa.
Target Besar: 25 Ribu Koperasi Desa Aktif Maret 2026
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah menargetkan sedikitnya 25 ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah aktif beroperasi pada Maret mendatang. Target ini bukan sekadar angka administratif, melainkan ambisi negara untuk mengubah desa menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif.
Dari rencana besar membangun 81 ribu koperasi di seluruh Indonesia, Presiden meyakini bahwa pada periode Maret hingga April, lebih dari seperempat target tersebut sudah berjalan. Ini merupakan lompatan besar dalam sejarah pemberdayaan koperasi di Indonesia.
Menuju 60 Ribu Kopdes Merah Putih di Akhir 2026
Optimisme pemerintah berlanjut hingga akhir tahun. Pada Desember 2026, target ditingkatkan menjadi minimal 60 ribu Kopdes Merah Putih yang beroperasi.
Koperasi diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi nasional karena:
Sentralisasi Distribusi: Menjadi pusat rantai distribusi pangan dan logistik lokal.
Pembiayaan Mikro: Mempermudah akses modal bagi masyarakat desa.
Kemandirian Ekonomi: Mengubah posisi desa dari objek menjadi subjek pembangunan.
Sinergi Lintas Kementerian dan Infrastruktur Fisik
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan bahwa pembangunan fisik gerai Kopdes Merah Putih menjadi fokus utama. Saat ini, lebih dari 44 ribu titik lahan telah terpetakan, dengan 13 ribu gerai yang sudah berhasil dibangun.
Untuk mempercepat target tersebut, Kemenkop menggandeng berbagai instansi, antara lain:
Kementerian Agraria: Terkait penyediaan lahan.
Badan Pengaturan BUMN: Sinkronisasi aset dan distribusi.
Kementerian Dalam Negeri: Dukungan perizinan di tingkat daerah.
TNI dan PT Agrinas Pangan: Dukungan infrastruktur dan ketahanan pangan.
Digitalisasi dan Penguatan Swasembada Pangan
Tak hanya membangun fisik, Kemenkop juga fokus pada pelatihan SDM dan digitalisasi koperasi. Penggunaan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) diterapkan agar pengelolaan rantai pasok pangan menjadi modern, transparan, dan akuntabel.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menambahkan bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi penggerak utama dalam pengelolaan komoditas strategis seperti beras. Dengan sistem ini, nilai tambah ekonomi akan kembali ke tangan petani dan masyarakat desa, bukan lagi jatuh ke tangan tengkulak.
Kesimpulan: Fondasi Ekonomi Nasional yang Adil
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 83 ribu Kopdes Merah Putih telah berbadan hukum dengan jumlah anggota mencapai 1,65 juta orang. Keberhasilan program ini akan menjadi fondasi baru bagi ekonomi Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan.
Target 60 ribu koperasi adalah agenda transformasi nyata. Dengan dukungan kebijakan dan transparansi dana desa, kemandirian ekonomi Indonesia bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang sedang kita bangun bersama. ***
Oleh: Nanda Putri Pasaribu (Penulis adalah Penggerak Komunitas - Pusat Pemberdayaan Masyarakat Rakyat)