BALIEXPRESS.ID- Di tengah dinamika bangsa yang kerap diuji oleh kepentingan sempit dan tarik-menarik kekuasaan, figur seperti Tedy Indra Wijaya hadir sebagai representasi langka: prajurit yang menempatkan kehormatan di atas ambisi.
Loyalitasnya kepada Prabowo Subianto bukan sekadar hubungan struktural, melainkan ikatan nilai tentang disiplin, keberanian, dan pengabdian tanpa pamrih.
Namun, kesetiaan sejati bukanlah ketaatan buta. Ia menuntut kecerdasan moral: mampu berkata benar di hadapan kekuasaan, sekaligus menjaga stabilitas dalam sunyi.
Di titik inilah ukuran seorang perwira diuji apakah ia sekadar pelaksana, atau penjaga arah bangsa.
Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi sering kekurangan orang yang teguh.
Sosok seperti Letkol Tedy mengingatkan bahwa kekuatan negara bukan hanya pada kebijakan besar, melainkan pada integritas individu-individu di lingkar terdekat kekuasaan.
Ke depan, Indonesia membutuhkan lebih banyak figur dengan karakter serupa: tajam membaca zaman, tetapi tetap berakar pada kepentingan nasional karena pada akhirnya, patriotisme bukan slogan ia adalah konsistensi dalam bertindak, bahkan ketika tak ada yang melihat. (*)
Oleh : Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa SH. M. Hum (Penulis Adalah : Ketua LSM BliBraya).
Editor : I Made Mertawan