Selain Megawati dan SBY, di meja itu juga duduk Jusuf Kalla dan Puan Maharani. Momen ini pun terus menjadi perbincangan seluruh masyarakat di Indonesia.
Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang angkat bicara terkait kemeja corak batik yang dikenakan Megawati, termasuk SBY yang juga berbatik biru muda. Di sisi lain, Jusuf Kalla yang juga duduk dalam satu meja mengenakan batik merah.
“Merah itu warna perjuangan tanpa henti untuk rakyat, untuk Indonesia Raya,” kata Junimart, Kamis (16/11).
Terkait dengan Megawati dan SBY duduk semeja di KTT G20 Bali, ia menilai Megawati menerapkan langsung cerminan nilai Pancasila dengan semeja bersama SBY.
“Mengajarkan kita untuk secara aktif, konsisten membumikan nilai-nilai butir Pancasila di Indonesia,” kata Junimart.
Ia menjelaskan, nilai Pancasila yang dimaksud adalah Megawati menunjukkan nilai solidaritas dan perdamaian persatuan dan kesatuan.
Dalam pandangan Junimart, Megawati sebagai tokoh, sosok pemimpin perempuan yang mendunia menjunjung tinggi solidaritas dan cinta perdamaian untuk Indonesia maju sesuai dengan cita ayahnya Bung Karno.
Sementara pengamat politik Ubedilah Badrun menilai duduknya SBY dan Megawati satu meja adalah hal yang lumrah. Namun, Ubedilah menekankan, kedua tokoh politik itu tidak menunjukkan keakraban politik, meski duduk dalam satu meja. “Saya menjelaskan foto tersebut tidak menunjukkan suasana keakraban,” ujarnya dihubungi, Rabu, 16 November 2022. Kendati demikian, lanjut Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu, pertemuan mereka itu menurunkan suhu ketegangan politik menjelang Pilpres 2024.
“Pertemuan antartokoh dulu berseberangan lalu duduk satu meja itu ada manfaatnya mengurangi ketegangan politik antara dua kubu tersebut,” tuturnya.
Editor : Nyoman Suarna