Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Video Viral di Medsos, Warga Aceh Tewas Dihajar Tiga Orang Oknum Tentara

Suharnanto Bali Express • Senin, 28 Agustus 2023 | 14:08 WIB
Jenazah Imam Masykur, warga Aceh yang videonya viral dianiaya oknum tentara diambil keluarganya di RSPAD Jakarta.
Jenazah Imam Masykur, warga Aceh yang videonya viral dianiaya oknum tentara diambil keluarganya di RSPAD Jakarta.

BALI EXPRESS- Imam Masykur,25, warga Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh dilaporkan meninggal akibat penganiayaan oknum tentara.

Kabar viral di media sosial X (dulu Twitter) bernama @ Aceh menjelaskan oknum tentara yang diduga menganiaya korban berjumlah tiga orang. Ketiganya terdiri dari kesatuan Paspampres 1 orang sendan dua orang lagi dari korp baret merah, Kopassus.

Sebagaimana dikutip dari Jawapos, Senin (28/8) di akun tersebut terungkap pula, mulanya korban menghilang diculik seseorang pada tanggal 12 Agustus 2023 di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Kala itu, korban masih bisa menghubungi keluarganya melalui sambungan telepon. Korban mengaku sedang dianiaya pelaku yang menjemputnya.

Selain itu, para pelaku juga mengirimkan video penganiayaan pada keluarga korban yang ujungnya video tersebut viral di media sosial.

Di bagian pertama video merekam korban tengah dihajar beberapa kali di bagian punggung menggunakan benda tumpul.

Disaat bersamaan pelaku mengancam keluarga korban agar segera mengirimkan uang tebusan Rp50 juta.

Ancaman pelaku bukan itu saja. Apabila uang tebusan tidak dikirimkan, pelaku mengancam akan menghabisi korban kemudian dibuang ke sungai.

Korban dalam kondisi terluka berdarah di punggung sempat meminta bantuan temannya agar bersedia meminjamkan sejumah sesuai permintaan pelaku.

Dalam video diperlihatkan kondisi korban yang mengaku sudah tak kuat lagi disiksa.

Dikarenakan korban sudah tak bisa hubungi lagi, pihak keluarganya lantas melaporkan kejadian itu kepada Polda Metro Jaya pada tanggal 14 Agustus 2023.

Laporan disampaikan Said Sulaiman mewakili pihak keluarga.

Namun setelah berhari-hari tidak ada kabar dari korban, baru pada 24 Agustus pihak keluarga korban mendatangi RSPAD Jakarta Pusat guna menjemput Imam Masykur yang telah meninggal.

Dalam berita acara penyerahan mayat sebagaimana diunggah akun @ Aceh tidak menjelaskan penyebab kematian korban.

Dalam berita acara hanya berisi identitas korban diantaranya nama, umur, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, suku, agama, pekerjaan serta alamat.

Terlihat dalam berita acara penyerahan mayat tersebut ditandatangani sepupu korban.

Kabar penganiayaan ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Sehingga masih belum jelas motif apa yang mendasari penganiayaan yang dilakukan oknum anggota militer. 

Beragam aksi kecaman dari warganet yang geram di media sosial X berhasil membuat berita ini trending nomor satu.

”Terlepas apapun kesalahan korban, apalagi perbuatannya jika bermotif  penculikan dan pemerasan, hingga menyebabkan penghilangan nyawa, maka kredibilitas dan nama baik TNI dan Paspampres sangat pantas dipertanyakan,” tulis komentar akun @Smahdi120675.

”Pak @Jokowi mohon atensi khusus atas kasus penganiayaan terhadap seorang warga sipil asal Bireuen, Aceh bernama Imam MAsykur yang tewas, pelakunya (RM) diduga adalah oknum (TNI/Paspampres)," tulis akun @ZAEffendy.

”Oknum Paspampres menyiksa warga Aceh di Jakarta sampai tewas, jangan kalian pikir kau berloreng terus bisa seenaknya menghabisi nyawa orang lain,” tulis akun @CutSarina5. (*)

 

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Suharnanto Bali Express
#tewas #paspampres #tentara #aceh #video viral