Shandy Handika menjadi pusat perhatian setelah namanya masuk ke dalam film documenter tersebut. Hal ini terutama terjadi selama proses persidangan berlangsung, di mana penampilan fisiknya yang menarik menjadi perbincangan utama.
Bahkan, ia sempat dikenal dengan sebutan 'jaksa ganteng' ketika menghadapi kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Wongso.
Namun, dalam kisah kontroversial tentang kasus kopi sianida yang kembali menjadi sorotan, Shandy Handika, yang pada saat itu menjabat sebagai Jaksa Penuntut Umum, mendapatkan perhatian bukan karena penampilannya yang menarik, melainkan karena pernyataan kontroversialnya.
Dikutip dari Radar Jabar, Jaksa Shandy Handika pernah mengungkapkan pandangannya tentang bagaimana citra para jaksa akan terpengaruh jika Jessica Wongso dinyatakan tidak bersalah. Pernyataan ini menciptakan ketidaksepakatan di antara publik terkait keputusan menuntut Jessica Wongso sebagai pembunuh Mirna Salihin.
Dampak dari pernyataan ini membuat sejumlah netizen mulai mencari informasi tentang kehidupan pribadi Shandy Handika, terutama di media sosialnya. Upaya itu rupanya harus terhenti lantaran Shandy Handika lebih dulu menutup akun media sosialnya.
Ini menimbulkan dugaan bahwa ia sengaja menonaktifkan sementara akun Instagramnya, mungkin karena merasa tertekan setelah mendapat perhatian kembali setelah kesuksesan film "Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica" menjadi viral.
Editor : Nyoman Suarna