Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragis! Kaki Bocah SD di Bekasi Diamputasi Usai jadi Korban Bullying Teman Sekolah

Wiwin Meliana • Rabu, 1 November 2023 | 17:33 WIB

Ilustrasi Tindakan bullying
Ilustrasi Tindakan bullying
BALI EXPRESS- Nasib tragis dialami Fatir Arya Adinata bocah SDN 09 Jatimulya, Bekasi yang harus kehilangan kakinya karena diamputasi. Bocah 12 tahun itu diamputasi usai menjadi korban bullying atau perundungan oleh temannya.

Tak hanya kali ini, rupanya korban telah menjadi korban bullying sejak lama, yakni Februari 2023. Perunudan itu dilakukan oleh teman-teman sekolahnya. Orang tua korban, Diana Novita mengatakan, kejadian pilu itu berawal saat Fatir tengah berjalan menuju kantin sekolah. Namun, tiba-tiba temannya menendang kaki Fatir dari arah belakang.

Saat itu, korban langsung terjatuh dengan kondisi luka di bagian tangan dan memar pada dengkul kaki.

Baca Juga: Prawerti Marga dalam Ajaran Hindu Bali: Konsep Bhakti untuk Kesejahteraan dalam Kehidupan Bermasyarakat

"Teman-temannya bukan menolong, tapi justru menertawakan dan mengolok-olok. Anak saya juga diancam agar tidak melaporkan ke guru serta orang tua," ucap Diana, Selasa (31/10) dikutip dari Pojoksatu.

Tak berhenti di situ, aksi bullying terus berlanjut hingga hari berikutnya. Hingga pada suatu hari, Fatir tak bisa bangun dan tempat tidur dan mengeluhkan sakit di bagian kaki. Dari situ, akhirnya Diana mengetahui jika sang anak telah menjadi korban bullying.

"Awalnya anak saya tidak mau cerita, namun karena dipaksa akhirnya anak saya cerita aksi bullying yang dilakukan teman-temannya," tutur dia.

Setelah itu, Diana pun mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pihak sekolah dan keluarga pelaku. Mirisnya, aksi bullying tersebut dianggap hanya bagian dari bercanda antarteman.

“Saya sangat kecewa dengan kondisi anak saya yang sedang sakit dan harus terus menjalani pengobatan, tapi dianggap bukan sesuatu yang buruk,” jelasnya.

“Aksi bullying yang dilakukan teman-temannya di kelas juga dianggap hanya sebuah candaan,” imbuh Diana.

Baca Juga: MK Diplesetkan Jadi Mahkamah Keluarga, Anwar Usman; Benar, Keluarga Indonesia!

Kini, Fatir harus merelakan kakinya diamputasi. Menurut dokter di RS Dharmais, kata Diana, tindakan operasi amputasi dilakukan karena hasil observasi terakhir, kaki Fatir didiagnosis mengalami kanker tulang.

Sementara hasil pemeriksaan sebelumnya di RS Hermina, anaknya didiagnosa mengalami infeksi bagian dalam.

Diana pun telah berupaya mencari second opinion dengan membawa sang akan ke sejumlah rumah sakit, seperti ke RS Pondok Indah hingga RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, kondisi kaki Fatir kian memburuk

"Dokter mendiagnosisnya mengalami kanker tulang dan harus dilakukan tindakan amputasi pada bagian kaki kirinya," tutur Diana.

Lebih lanjut, Diana mengatakan, telah melaporkan aksi bullying yang dialami Fatir ke Polres Metro Bekasi pada 17 April 2023. Dia ingin mencari keadilan untuk sang anak.

"Laporan ini karena saya tidak mendapatkan keadilan dan jalan keluar dari pihak sekolah maupun keluarga pelaku atas aksi bullying, dan dampaknya yang sedang dialami anak saya,” tandas Diana. 

Editor : Wiwin Meliana
#kasus bulliying #perundungan di sekolah