Kompol Hari Azis menjelaskan, birahi bercinta Khoiri sedang puncak-puncaknya ketika melihat menantunya, Fitria, baru saja selesai mandi dan rebahan terlentang di kamar seorang diri.
Baca Juga: Kasus Mertua Bunuh Menantu di Pasuruan, Pelaku Sempat Mencium dan Menindih Korban
“Korban habis mandi. Dia melihat korban ini dalam kamar posisi telentang. Karena hasratnya muncul, masuk dalam kamar, menciumi mantunya,” kata Hari Azis, Kamis (2/11) dikutip dari Fajar.co.id.
Ajakan berhubungan badan yang ditolak membuat Fitria berteriak histeris. Khoiri yang panik akhirnya lari ke dapur untuk mengambil pisau.
“Korban berteriak-teriak, sehingga pelaku panik lari ke dapur ambil pisau,” tutur Kompol Hari Azis.
Setelah mengambil pisau di dapur, pelaku kembali menuju kamar dan menindih korban sambil menyayat lehernya dengan kedalaman 13 centimeter.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Shin Tae-yong Panggil 27 Nama untuk Melawan Irak dan Filipina
Sebelumnya diberitakan seorang ayah mertua bernama Khoiri (53) tahun membunuh menantunya yang bernama Fitria berusia (23) pada Selasa (31/10).
Polisi berhasil menangkap pelaku yang kala itu bersembunyi di rumah tetangganya usai membunuh menantunya. Awalnya pelaku mengaku motif membunuh menantunya lantaran marah katena lapar. Sementara warga diblokasi kejadian berspekulasi adanya tindakan pelecehan. Hal itu lantaran korban dalam kondisi daster yang tersibak.
Menurut keterangan warga setempat, Khoiri merupakan seorang duda setelah ditinggal mati sang istri beberapa tahun yang lalu, dan merupakan seorang yang tertutup.
Editor : Wiwin Meliana