Roy Suryo menilai pernyataan Budi Arie tidak mewakili sebagai seorang Menkominfo. Bahkan pernyataan Menkominfo yang mengklaim situs Kemhan tidak diretas sangatlah ngawur.
Baca Juga: Laman Resmi Kemhan Diretas, Brigjen Edwin Sebut Tak Ada Dokumen Rahasia
"Jelas- jelas ada Hacker bernama Two2 di web BreachForums yang menawarkan 1,67 TeraByte data dari situs kemhan.go.id," kata Roy, Jumat (3/11) dikutip dari Pojoksatu.
Sementara itu, melalui akun Twitter pribadinya, Roy Suryo juga menulis cuitan yang menyarankan agar Menkominfo Budi Arie Setiadi menyerahkan kasus peretasan situs Kemhan itu kepada pakar dan ahlinya.
“Nah lo, padahal kata Menkominfo Budi Arie itu cuman isu dan lebih berbahaya kebocoran perselingkuhan, apa itu? Samasekali tidak mencerminkan komen orang kompeten pada bidangnya. Makanya kemarin-kemarin saya bilang, serahkan pada staf atau ahlinya daripada malu-maluin kaya si ono,” cuitnya Jumat (3/11).
Baca Juga: Tekan Inflasi, Pasar Murah Digelar Secara Bergilir di Seluruh Desa di Gianyar Bali
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi sebelumnya membantah dugaan peretasan dan kebocoran data situs Kementerian Pertahanan. Menurut Budi Arie, kabar tersebut hanya sekadar isu belaka.
"Kebocoran apa? Apa yang mau dibocorin, sih," kata Budi Arie, Kamis (2/11/2023).
Isu kebocoran situs Kementerian Pertahanan muncul di media sosial X, Rabu, 1 November 2023.
Dalam ulasannya, pengguna X dengan nama akun @stealthmole_int menyampaikan bahwa seorang hacker atau peretas mengaku berhasil meretas situs Kementerian Pertahanan. Hacker itu lantas menjual dokumen rahasia dan sensitif dari web tersebut di pasar gelap.
Sebagai buktinya, kata akun tersebut, hacker itu membagikan tangkapan layar dan menegaskan bahwa server tersebut berisi sekitar 1,64 TB data. Ia juga mengatakan, analisis tangkapan layar itu, tidak menutup kemungkinan bahwa hacker memang mengakses situs tersebut.
Akun tersebut belum bisa memastikan bagaimana cara hacker menembus situs Kementerian Pertahanan. Namun, kata dia, salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah melalui penggunaan akun yang dibocorkan malware stealer.
Editor : Wiwin Meliana