BALI EXPRESS – Soal Ibu Kota Negara (IKN) menjadi bahan perdebatan menarik saat debat Cawapres dalam rangka Pilpres 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2013).
Pasalnya, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, menyebut belum ada satu pun investor yang menanamkan modal di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara hingga saat ini.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ini mengaku tergelitik karena anggaran pembangunan IKN menggunakan 20 persen dari APBN dan sisanya dari investor.
Namun, menurut dia, hingga saat ini tidak ada satu pun investor yang menanamkan modal di IKN.
Terkait hal itu, dikutif dari berita Antara, sebelumnya pada 17 November 2023 Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers di Amerika Serikat terkait IKN.
Dia menyebut ada 300 letter of intent (LoI) atau surat kesepakatan awal minat investasi asing untuk ibu kota baru tersebut.
"Tapi sampai saat ini yang real (sungguhan) untuk memulai (investasi) memang belum," ujar Jokowi saat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (20/11/2023).
Pernyataan Jokowi diperkuat oleh Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono dalam konferensi pers secara daring, Senin (20/11/2023).
Ia menyatakan, sejatinya investor asing sudah masuk ke IKN. Namun, status investor asing itu merupakan mitra dari perusahaan di dalam negeri.
Dengan kata lain, maksud pernyataan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu adalah belum ada investor asing yang masuk secara individu, tanpa bermitra dengan perusahaan di Indonesia.
Agung kemudian mencontohkan beberapa proyek kolaborasi antara investor domestik dan internasional dalam pembangunan Nusantara.
Proyek-proyek tersebut, antara lain Hotel Nusantara dan Swiss Hotel (Accor Group Swiss), Nusantara Intercultural School dengan JIS, Training Center PSSI dan FIFA, PLN untuk PLTS 50 megawatt (MW) dengan Sembcorp Singapura, RS Mayapada dan Apollo hospital India, serta Pakuwon dengan Marriot International AS.
Dia menyebut, pemerintah sudah meletakkan batu pertama tanda groundbreaking IKN tahap II dimulai.
Nilai investasi groundbreaking tahap II ini mencapai Rp 12,5 triliun. Sementara nilai investasi pada groundbreaking tahap I sebesar Rp 23 triliun.
Pada Desember 2023 IKN akan kembali melakukan groundbreaking dengan nilai investasi sebesar Rp 10 triliun untuk melengkapi target realisasi investasi sebesar Rp 45 triliun pada tahun 2023.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menyebut, investasi ini menandakan kepercayaan investor yang kian kokoh terhadap prospek pembangunan IKN.
OIKN telah mengantongi 330 Letter of Intention (LOI) atau surat peminatan investasi dengan sekitar 55 persen merupakan investor domestik yang fokus dalam pembangunan sektor sumbu kebangsaan.
Nilai investasi IKN dalam groundbreaking tahap 1 pada 21-22 September 2023 sebesar Rp 23 triliun, terdiri dari 10 perusahaan dalam Konsorium Nusantara meliputi Agung Sedayu Group (Lead Konsorsium), Salim Group, Sinar Mas, Pulau Intan, Djarum,BCA Group, Wings Group, Adaro Group, Barito Pacific, Mulia Group, Astra Group.
Kemudian, OIKN menggelar groundbreaking Tahap 2 pada 1-2 November 2023 dengan nilai investasi Rp 13,1 triliun. Groundbreaking tahap ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Mayapada Hospital, Pakuwon Group, JIS, Hermina, Bank Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, dan PLN Indonesia.
Pada tahap ini juga diresmikan revitalisasi SDN 020 Sepaku yang tanahnya didedikasikan oleh warga setempat.
Pembangunan IKN tak hanya menjanjikan kemajuan ekonomi, melainkan turut melestarikan lingkungan. Konsep kota pintar berwawasan lingkungan sebagai kota hutan menjadi prioritas, menandakan komitmen terhadap masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
“IKN bukan sekadar kota, melainkan wujud visi Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan. Keterlibatan aktif investor menandakan semangat kolektif untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2045,” kata Bambang.
Sementara itu sisanya masuk pada grounbreaking tahap 3 yang dilaksanakan Jokowi pada pekan ini.
Ia yakin aliran investasi itu ke depan akan semakin banyak. Keyakinan ia dasarkan pada 330 Letter of Intention (LOI) atau surat peminatan investasi yang masuk ke OIKN. Di antaranya dari investor Singapura, Jepang, China dan Malaysia.
Editor : Nyoman Suarna