Hari yang seharusnya diwarnai keheningan dan penghormatan terhadap jenazah Lucas Enembe, eks Gubernur Papua, malah menjadi panggung kericuhan. Kericuhan itu terjadi ketika sejumlah mahasiswa dan warga memilih untuk mengarak jenazah tersebut.
"Sangat disayangkan. Anak-anak yang seharusnya menghargai orang tuanya yang dipanggil Tuhan, tetapi melakukan hal-hal yang tidak terpuji," ungkapnya dengan rasa prihatin.
Baca Juga: Kepergok Preteli Outdoor AC Kantor Telkom Klungkung, Pria Ini Digiring ke Kantor Polisi
Menurutnya, tindakan tersebut merusak tradisi dan budaya Papua. Seharusnya, sebagai anak Papua dapat menunjukkan cara berduka sesuai dengan budaya Papua tanpa mencederai martabat dan harkat Papua.
Kapolda mengatakan pihaknya masih memberi toleransi kepada massa saat prosesi mengantar jenazah Lukas.
"Kami masih beri toleransi. Namun, setelah pemakaman tidak ada lagi. Kepolisian akan mengambil langkah tindakan tegas," ujarnya.
Sebelumnya, dalam insiden ini, Penjabat Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun pun turut menjadi korban. Dalam aksi arak-arakan jenazah tersebut, PK Gubernur Ridwan Rumasukun terluka karena terkena lemparan batu oleh massa yang berusaha mengawal jenazah ke STAKIN GIDI Sentani.
Baca Juga: Pengantar Jenazah Lukas Enembe Ricuh, Rusak Sejumlah Fasilitas Publik di Sentani
Bukan hanya Ridwan Rumasukun, seorang prajurit TNI bernama Prada Nababan juga menjadi korban dalam insiden ini.
Ridwan Rumasukun terkena batu di kepala dan langsung diamankan oleh beberapa warga untuk segera dibawa ke rumah sakit. Sementara Prada Nababan juga mengalami luka akibat lemparan batu.
Editor : Wiwin Meliana