BALI EXPRESS-Kasus kematian anak seorang selebgram bernama Tamara Tyasmara menyita perhatian publik.
Pasalnya, usai dikabarkan meninggal karena tenggelam, polisi kini mengungkap rekaman CCTV kematian Dante (6) yang sengaja ditenggelamkan oleh YA, kekasih sang ibu.
Baca Juga: Berikut 5 Rekomendasi Air Terjun di Bali Cocok untuk Liburan Wisata Alam
YA pun kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam video CCTV tersebut YA diduga sengaja menekan kepala anak Tamara Tyasmara yang sedang berada di tepi kolam.
Dalam video beberapa detik itu, terlihat jelas bagaimana Dante kesulitan bernapas karena ditenggelamkan oleh kekasih ibunya, YA.
Awalnya, YA terlihat ikut berenang dengan Dante. Namun, selang beberapa saat ia pun mendatangi Dante yang sedang berenang di pinggir kolam.
Sebelum menenggelamkan Dante, YA tampak menoleh ke kanan dan kiri, seolah ingin memastikan perbuatannya tidak diketahui orang lain.
Dalam video tersebut, terlihat YA kemudian berjalan mendekati Dante dan langsung menekan kepala bocah enam tahun itu ke dalam air.
Beberapa detik menekan kepala Dante, YA kemudian melepaskannya. Melihat kondisi Dante yang sudah lemas, namun masih bisa menggerakkan badannya.
Dante pun diangkat ke atas kolam renang, sementara YA yang ada di depannya hanya diam.
Di di situ juga tampak ada seorang anak perempuan yang melihatnya seperti tidak ada apa-apa. Setelah Dante lemas, YA pun menggendong anak Tamara Tyasmara untuk seolah-olah meminta pertolongan.
Potongan video itu pun beredar di media sosial X dan mendapat banyak sorotan dari netizen.
Baca Juga: Liburan di Bali, Turis Asal Tiongkok Dirudapaksa Sopir Travel: Polisi Langsung Bergerak
Bahkan nama kematian Dante menjadi trending topik di media sosial X.
Warganet pun merasa geram dengan ulah tersangka yang dengan tega menghabisi nyawa anak kekasihnya.
“hah anjing? Gila kala ga ada otak nyokapnya juga tolol ,” tulis warganet.
“Buset sejelas ini. Emaknya terlibat kayaknya, janggal banget anak meninggal di kolam sama orang begitu gak mau cek CCTV,”tulis komentar warganet lain.
Editor : Wiwin Meliana