BALI EXPRESS - Sebelum meninggal, Putu Satria Ananta Rustika, taruna asal Klungkung, Bali Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda di Jakarta melakukan tindakan sesua namanya, satria.
Sebab, saat ditanya siapa yang paling kuat oleh tersangka TRS, Putu Satria Ananta Rustika yang biasa dipanggil Rio ini secara kesatria mengakui dirinyalah yang paling kuat.
Sebab, dia adalah ketua dari taruna junior tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Polisi Gidion Arif Setyawan di Jakarta menjelaskan, peristiwa mengenaskan itu terjadi di salah satu toilet di Kampus STIP.
Saat itu ada empat taruna tingkat dua sebagai senior dan lima taruna
tingkat satu.
"Awalnya, empat senior memanggil lima junior yang dianggap melakukan kesalahan ke toilet kampus," ujarnya.
Korban, Putu Satria, yang merupakan ketua taruna junior, menjawab bahwa dirinya yang paling kuat saat ditanya siapa yang paling kuat.
"Pelaku kemudian memukul korban sebanyak lima kali di bagian perut, hingga korban jatuh dan pingsan," jelas Kapolres.
Meskipun ada empat senior lain di lokasi kejadian, Gidion menegaskan bahwa TRS bertindak sebagai pelaku tunggal.
"Dalam kasus ini, pelaku tunggal melakukan aksi yang menyebabkan korban meninggal dunia," tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa pelaku TRS telah ditetapkan sebagai tersangka tunggal.
Dia dijerat dengan Pasal 338 juncto subsider Pasal 351 Ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 36 saksi. ***
Editor : I Putu Suyatra