TERUNGKAP FAKTA BARU! Penganiayaan Putu Satria Diduga Berulang Kali: Sakit Dadaku Cok, Uluhati Gen Dicari!
I Putu Suyatra• Sabtu, 11 Mei 2024 | 14:23 WIB
Chat yang diduga berisi curhat Putu Satria Ananta Rustika soal pemukulan yang dilakukan seniornya di STIP
JAKARTA, BALI EXPRESS - Keluarga Putu Satria Ananta Rustika, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta asal Klungkung, Bali, yang tewas dianiaya seniornya, mengungkap dugaan penganiayaan berulang kali yang dialami Putu.
Hal ini diperkuat dengan bukti percakapan dan foto Putu dengan sang pacar yang menunjukkan luka di tubuhnya.
Dalam percakapan itu, terungkap bahwa korban memang sering menjadi korban pemukulan seniornya.
"Una, tau nggak, jeg ade gen aku diambil sama senior. Gila emang senior," tulis mendiang Putu Satria kepada sang pacar.
"Sakit dadaku cok, uluhati gen dicari," lanjutnya kemudian mengirimkan foto dadanya seperti bekas kena pukul.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyatakan kesiapan penyidik untuk mendalami dugaan tersebut, dengan catatan adanya bukti yang mendukung.
"Ya kalau ada fakta baru pasti menjadi bahan penyidikan lebih lanjut," kata Gidion.
Gidion juga memastikan penyidik akan memanggil pacar Putu sebagai saksi.
"Nanti kami koordinasi dengan pengacaranya," jelasnya.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara telah menetapkan Tegar Rafi Sanjaya, 21, sebagai tersangka tunggal dalam kasus tewasnya Putu.
Penetapan tersangka ini didasarkan pada bukti CCTV dan keterangan saksi.
Kini, 3 tersangka baru telah ditahan, yaitu AKAK alias K, WJP alias W, dan FA alias A.
Ketiganya merupakan senior Putu dan memiliki peran berbeda dalam kasus ini, seperti memprovokasi, memanggil korban, mengawasi saat pemukulan, dan menunjuk Putu sebagai target penganiayaan.
Para tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsider Pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.