Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ada Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Pabrik Uang Palsu Rp22 Miliar, Terungkap Fakta Ini

Y. Raharyo • Sabtu, 22 Juni 2024 | 02:34 WIB
Uang palsu Rp22 miliar yang digerebek di Jakarta Barat. Di lokasi ada mobil dinas TNI.
Uang palsu Rp22 miliar yang digerebek di Jakarta Barat. Di lokasi ada mobil dinas TNI.

BALIEXPRESS.ID - Temuan mengejutkan terjadi dalam penggerebekan pabrik uang palsu senilai Rp22 miliar di Jakarta Barat. Sebuah mobil dinas TNI AD terparkir di lokasi kejadian, menyeret institusi militer tersebut dalam pusaran kasus.

Kodam Jaya bergerak cepat mengklarifikasi kepemilikan mobil dinas tersebut.

Kepala Penerangan Daerah Militer Kodam Jaya (Kapendam) Jaya Kolonel Infanteri Deki Rayusyah Putra membenarkan keberadaan mobil dinas berwarna hijau dengan pelat nomor 75345-03 di lokasi penggerebekan pada 15 Juni 2024.

Investigasi Kodam Jaya mengungkap fakta bahwa mobil tersebut memang terdaftar di Kepala Peralatan Kodam Jaya dan memiliki pelat dinas resmi.

Dia menyebut, masa berlaku pelat dinas tersebut telah habis pada 2021.

Deki Rayusyah Putra mengungkapkan pemilik mobil dinas tersebut adalah seorang purnawirawan TNI AD, Kolonel CHB (Purn) R Djarot, yang telah pensiun pada 2021.

Dan ternyata, salah satu tersangka berinisial FF, yang menggunakan mobil dinas tersebut di TKP, ternyata memiliki hubungan keluarga dengan Djarot.

"Mobil itu berada di TKP karena dipinjam oleh FF, salah satu tersangka yang masih keluarga dengan pensiunan TNI tersebut," jelas Deki dilansir dari Antara, 21 Juni 2024.

Kasus ini tentunya menjadi perhatian serius bagi Kodam Jaya.

Deki menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kepemilikan mobil dan keterkaitannya dengan para tersangka.

"Kami terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk mengungkap seluruh fakta terkait kasus ini," tegas Deki.

Penggerebekan pabrik uang palsu ini merupakan hasil kerja apik Polda Metro Jaya. Empat tersangka berinisial M, FF, YS, dan MDCF ditangkap dalam operasi tersebut.

Mereka diduga terlibat dalam produksi uang palsu sejak April hingga Juni 2024.

Sebanyak tiga orang lagi masih jadi buronan. ***

Editor : Y. Raharyo
#uang palsu #jakarta barat