Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jarang yang Tahu, Ternyata Rieke Diah Pitaloka Oneng Keluar dari PKB dan Masuk PDIP Berkat Saran Gus Dur

Y. Raharyo • Kamis, 5 September 2024 | 20:26 WIB
Rieke Diah Pitaloka keluar dari PKB dan gabung ke PDIP karena saran Gus Dur.
Rieke Diah Pitaloka keluar dari PKB dan gabung ke PDIP karena saran Gus Dur.

BALIEXPRESS.ID - Rieke Diah Pitaloka Intan Purnamasari dikenal sebagai politikus PDIP yang vokal. Namun, sebelum menjadi bagian dari PDIP, dia adalah politikus PKB. Menariknya, dia keluar dari PKB untuk bergabung dengan PDIP berkat saran Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Rieke Diah Pitaloka, sosok yang dikenal sebagai aktris dan politisi, memutuskan keluar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun 2008 dan resmi bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada 10 Januari 2008.

Perempuan kelahiran 8 Januari 1974 ini memulai karier politiknya pada tahun 1999 dengan bergabung di PKB, partai yang didirikan dan dipimpin oleh Gus Dur.

Sebagai aktivis mahasiswa sejak 1995, dan terlibat dalam gerakan Reformasi 1998, Rieke merupakan salah satu dari generasi pertama aktivis yang memasuki dunia politik praktis.

"Saya angkatan pertama aktivis mahasiswa yang masuk politik. Saya masuk PKB, bersama Gus Dur," katanya dalam podcast di kanal Youtube Akbar Faisal Unsencored 16 Mei 2024 lalu.

Selain berkarier di dunia politik, Rieke juga dikenal sebagai seorang aktris, dengan perannya yang paling terkenal sebagai Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri (2002-2007).

Dalam dunia pendidikan, Rieke juga menorehkan prestasi dengan meraih gelar S-1 dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) dan melanjutkan studi magister di bidang Filsafat.

Ia kembali ke UI untuk menempuh studi doktoral di bidang Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan kini telah menyandang gelar doktor.

Rieke yang sempat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2013 berpasangan dengan Teten Masduki, tetap melanjutkan kiprahnya di dunia politik dengan fokus pada pengabdian di DPR RI, khususnya di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, dan BUMN.

Ia menjadi anggota DPR RI sejak 1 Oktober 2009 untuk daerah pemilihan Jawa Barat II.

Rieke sempat mencalonkan diri sebagai gubernur Jabar pada Pilgub 2013 berpasangan dengan Teten Masduki. Namun kalah.

Pada pemilu legislatif 2014, Rieke maju sebagai calon legislatif DPR untuk daerah pemilihan Jawa Barat VII. Ia pun lolos dan menjadi anggota DPR periode 2014—2019.

Dia kembali terpilih dalam Pemilu 2019 dan kembali duduk di Komisi VI DPR RI.

Kembali ke masa lalu, ternyata Rieke meninggalkan PKB pada 2008 untuk bergabung dengan PDIP berkat saran Gus Dur. Dia menceritakan itu dalam podcast di kanal Youtube Akbar Faisal Unsencored.

Singkat cerita, pada 2005, Muhaimim Iskandar alias Cak Imin menjadi ketua PKB.

Pada waktu kepemimpinan Cak Imin, Rieke mendapat jabatan sebagai wakil sekretaris jenderal PKB.

Pada 2005, Muhaimin Iskandar menjadi ketua PKB. Kemudian muncul perselisihan Muhaimin dengan Gus Dur.

Suatu ketika, Gus Dur sakit. Rieke ikut menemani Gus Dur menjalani cuci darah.

"Gus Dur bilang, 'saya sakit, kamu coba cari cara untuk bertemu Ibu Megawati'. Jadi ibaratnya saya diminta untuk bersama Ibu Megawati," kata perempuan asal Garut ini.

Rieke mengaku tidak tahu alasan Gus Dur agar dia bertemu atau bergabung dengan Megawati di PDIP.

Akhirnya terbuka jalan untuk ke Megawati atau PDIP. Saat itu, yang membuka jalan gabung PDIP adalah Taufiq Kiemas, suami Megawati.

Rieke resmi jadi anggota PDIP pada 2008. Dan pada Pemilu 2009 dia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jabar II, satu dapil dengan Taufiq Kiemas. 

Rieke Diah Pitaloka kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dalam Pemilu 2024 melalui Dapil Jabar VII yang meliputi Purwakarta, Karangan, Bekasi. Dia satu dapil dengan Dedi Mulyadi. ***

Editor : Y. Raharyo
#megawati #gus dur #pdip #pkb #rieke diah pitaloka