Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BEJAT! Bocah SMP Dirudapaksa Lalu Dibunuh, 4 Pelaku Masih Dibawah Umur

Wiwin Meliana • Jumat, 6 September 2024 | 15:25 WIB

Ilustrasi bocah SMP dibunuh dan dirudapaksa di Palembang
Ilustrasi bocah SMP dibunuh dan dirudapaksa di Palembang

BALIEXPRESS.ID-Publik digegerkan dengan kasus pembunuhan sekaligus rudapaksa yang menimpa seorang remaja SMP di Palembang, Sumatera Selatan.

Korban berinisial AA, 13 ditemukan tak bernyawa di sekitar areal TPU Talang Kerikil dalam kondisi menggunakan pakaian olahraga.

Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Buleleng, Menguak Makna Mistis di Balik Peristiwa di Rahina Sukra Umanis

Mirisnya lagi, terduga pelaku lebih dari satu orang dan masih dibawah umur.

Aksi tersebut dilancarkan saat siang bolong sekitar pukul 13.30 WIB. Pelakunya tak lain adalah kekasih korban beserta tiga rekannya.

Keempat terduga pelaku berinisial IS, MZ, NZ dan AS.

Menurut Kapolrestabes Palembang Kombes Harryo Sugihhartono, kronologi kejadian berawal dari sang korban yang diajak oleh kekasihnya berinisial IS melihat sebuah tontonan kesenian Kuda Kepang di Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning.

Baca Juga: Wanita Inggris Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Tidur di Sanur, Bali: Baru Tiba dari Australia

Namun ternyata kekasih korban punya niat tersembunyi dengan membawa AA ke lokasi kuburan Cina tersebut.

Niat tersembunyi itu tidak diketahui oleh AA yang sebenarnya IS juga mengajak ketiga rekan sebayanya yang sudah menunggu di lokasi tersebut.

“Ketika tiba di lokasi, korban AA dibekap hidung dan mulutnya hingga lemas oleh pelaku IS,” jelas Harryo.

Dalam kondisi lemas itulah, kekasih korban IS mengawali aksi pemerkosaan dan selanjutnya dilakukan bergilir oleh pelaku yang lain berinisial MZ, NZ, dan AS.

Setelah selesai merudapaksa AA, selanjutnya berpindah ke lokasi yang lain yang jaraknya sekitar 30 menit dari lokasi pertama.

Baca Juga: Asal Usul Nama dan Sejarah Desa Bayung Cerik di Kintamani, Bangli: Dari Awalnya Disebut Wilayah Pakuan, Taryungan hingga Pitu

Setiba di lokasi kedua, ternyata korban sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Meski sadar sudah meninggal keempat pelaku tetap memperkosa kembali untuk memuaskan hasrat birahinya.

"Di TKP kedua, korban kembali dicabuli dalam keadaan telah meninggal dunia. Mereka mencabuli korban dengan caranya masing-masing," katanya. 

Editor : Wiwin Meliana
#pembunuhan #smp #Rudapaksa #palembang #Anak dibawah umur