Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Selain Ratusan Benda Jarahan Puputan Badung, Belanda Kembalikan 4 Arca dari Candi Era Hindu Buddha Abad 13

Y. Raharyo • Selasa, 24 September 2024 | 02:31 WIB
Arca Ganesha dan Durga yang diambil dari Candi Singosari, Malang.
Arca Ganesha dan Durga yang diambil dari Candi Singosari, Malang.

BALIEXPRESS.ID — Pemerintah Indonesia berhasil memulangkan ratusan benda budaya jarahan di masa kolonial Belanda. Pemerintah Belanda akhirnya resmi mengembalikan atau merepatriasi 288 objek yang sebagian besar jarahan dari Puputan Badung dan Tabanan.

Yang menarik, selain itu, ada juga yang merupakan hasil pencurian atau jarahan dari sebuah candi era Hindu-Buddha di Malang.

Empat bendara itu berupa arca bersejarah dari Candi Singosari, di Malang, Jawa Timur.

Acara penandatanganan kesepakatan berlangsung di Wereldmuseum, Amsterdam, antara Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan RI, dan Eppo Bruins, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda.

Empat arca yang dipulangkan mencakup arca Ganesha, Brahma, serta Nandi dan Bhairawa dari abad ke-13.

Kembalinya arca-arca ini melengkapi koleksi sebelumnya yang juga terdiri dari arca Ganesha, Mahakala, Durga Mahisasuramardini, dan Nandiswara, yang sudah dipulangkan pada 2023.

Selain arca, pemulangan ini juga mencakup 284 objek lainnya terkait Perang Puputan Badung, seperti senjata, koin, dan daun pintu gerbang Puri Tabanan, yang diambil setelah penyerangan oleh Belanda pada tahun 1906.

Proses repatriasi didasarkan pada penelitian asal-usul yang dilakukan oleh Wereldmuseum. Hilmar Farid menyatakan pentingnya memastikan keaslian benda-benda yang dipulangkan.

Pengembalian ini dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal Oktober 2024.

Kesepakatan repatriasi ini merupakan bagian dari kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Belanda berdasarkan Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada 2017.

Langkah ini menunjukkan komitmen Belanda untuk mengakui dan menghormati warisan budaya yang telah terenggut selama era kolonial, serta memberikan harapan bagi pemulihan budaya Indonesia di masa mendatang. ***

Editor : Y. Raharyo
#malang #repatriasi #belanda #arca #candi singosari