BALIEXPRESS.ID - Tren boneka Labubu tengah mencuri perhatian banyak orang, baik dari kalangan selebriti maupun masyarakat umum.
Sosial media ramai dengan unggahan yang menampilkan boneka ini, meski harganya relatif mahal. Tapi, apa sebenarnya Labubu dan kenapa begitu viral?
Diciptakan oleh Kasing Lung, seniman asal Belgia pada tahun 2015, Labubu adalah salah satu karakter dalam kelompok The Monsters, yang juga mencakup tokoh-tokoh lain seperti Zimomo dan Tycoco.
Awalnya, karakter-karakter ini dibuat untuk buku anak-anak yang terinspirasi dari dongeng Nordik, di mana Labubu digambarkan sebagai karakter perempuan.
Pada tahun 2019, Kasing Lung bekerja sama dengan perusahaan mainan asal Tiongkok, Pop Mart, yang dikenal dengan koleksi mainannya yang dikemas dalam kotak misteri.
Kolaborasi ini membawa karakter Labubu dan teman-temannya dari halaman buku cerita ke dalam bentuk fisik sebagai boneka koleksi. Labubu hadir dalam berbagai variasi warna, bentuk, dan ukuran, sehingga menjadi daya tarik bagi para kolektor di seluruh Asia.
Kepopuleran Labubu semakin meroket setelah Lisa BLACKPINK memposting bahwa ia memiliki salah satu boneka tersebut.
Di beberapa negara, seperti Thailand, tren ini bahkan memicu munculnya penipuan terkait boneka Labubu, sehingga pemerintah setempat harus mengeluarkan peringatan.
Harga boneka Labubu di pasaran sangat bervariasi tergantung pada jenis dan ukurannya. Untuk boneka kecil, harga berkisar antara Rp400.000 hingga Rp800.000, sedangkan boneka ukuran sedang bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta.
Sementara untuk edisi khusus atau ukuran besar, harganya bisa lebih dari Rp2 juta.
Baca Juga: Dari Nihil Jadi Ada, Koster Layak Sandang Pemimpin Visioner, Giri Prasta Pemimpin Muda dan Lincah
Tertarik untuk memiliki salah satunya? Tren Labubu ini tampaknya akan terus menarik perhatian penggemar mainan koleksi di seluruh dunia. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana