BALIEXPRESS.ID-Dalam rapat penetapan alat kelengkapan dewan (AKD) DPD RI, Alfiansyah Komeng, seorang komedian sekaligus anggota DPD RI, mengungkapkan kebingungannya setelah ditugaskan sebagai anggota Komisi II yang membidangi sektor pertanian.
Dalam rapat yang dihadiri oleh para pimpinan DPD RI, Komeng menyatakan bahwa ia merasa tidak cukup mumpuni dalam urusan pertanian, yang jauh dari latar belakangnya sebagai seniman.
Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Buleleng Raih Penghargaan Atas Penyelesaian Disparitas Data ASN
“Sejak awal, komitmen saya ingin berada di komite yang membidangi seni budaya. Namun, saya justru masuk ke Komisi II, yang saya rasa tidak saya pahami,” ujar Komeng dengan nada canda, disambut tawa audiens rapat.
Pernyataan ini menunjukkan kekecewaannya, mengingat posisi tersebut tidak sesuai dengan janjinya kepada konstituennya.
Dalam rapat tersebut, Komeng meminta arahan untuk mempelajari isu-isu yang terkait dengan pertanian di Indonesia.
“Saya perlu belajar dengan cepat, tetapi tidak ada petunjuk yang jelas tentang kemana saya harus belajar,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mendapatkan tanggapan dari pimpinan rapat, termasuk Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin dan para Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, Yorrys Raweyai, dan Tamsil Linrung.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Untuk Menikmati Keindahan Nusa Penida, Destinasi Wisata yang Menakjubkan
Menanggapi kebingungan Komeng, pimpinan rapat menyatakan bahwa rekan-rekan di Komisi II justru menginginkan Komeng tetap berada di komisi tersebut untuk mempererat hubungan antaranggota.
“Pak Komeng, teman-teman di Komisi II ingin Anda tetap di komite agar kita bisa membangun banyak hubungan,” ungkap pimpinan rapat.
Meskipun ada dorongan untuk tetap di Komisi II, banyak audiens rapat yang setuju dengan pernyataan Komeng.
Mereka merasa bahwa penempatannya tidak sejalan dengan janji yang diberikan kepada konstituennya.
“Sebaiknya, posisi Pak Komeng lebih cocok di bidang budaya, di mana dia bisa lebih berkontribusi,” ungkap salah satu anggota rapat.
Setelah mendengar pertimbangan tersebut, pimpinan rapat akhirnya menyatakan bahwa mereka akan menimbang kembali penempatan Komeng dalam komisi. “Kami hanya menawarkan saja. Saya mengerti apa yang dimaksud Pak Komeng,” pungkasnya, menandakan bahwa keputusan akhir masih terbuka untuk diskusi lebih lanjut.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Untuk Menikmati Keindahan Nusa Penida, Destinasi Wisata yang Menakjubkan
Kebingungan Alfiansyah Komeng di rapat ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh para anggota dewan yang berasal dari latar belakang yang beragam.
Meskipun mereka memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang tertentu, penempatan dalam komisi yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kinerja mereka dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Komeng, yang dikenal dengan slogan "Spontan Uhuy", tetap optimis meskipun menghadapi tantangan ini.
Ia berharap agar ke depannya, posisi yang diembannya dapat membawa manfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat yang diwakilinya.
Editor : Wiwin Meliana