Jabat Sekretaris Kabinet: Dasco Ungkap Alasan Mayor Teddy Indra Wijaya Tak Perlu Pensiun dari TNI
I Putu Suyatra• Senin, 21 Oktober 2024 | 20:43 WIB
Mayor Teddy Indra Wijaya (kedua kanan) memberikan hormat kepada Presiden Prabowo Subianto saat pengumuman jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
BALIEXPRESS.ID - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa Mayor Teddy Indra Wijaya tidak perlu mengundurkan diri atau pensiun dini dari TNI meski kini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab).
Menurut Dasco, posisi Seskab yang diemban Teddy tidak setingkat menteri, sehingga masih memungkinkan bagi perwira TNI untuk menduduki jabatan tersebut.
Dasco menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, nomenklatur pejabat telah diubah, menempatkan jabatan Seskab di bawah Kementerian Sekretariat Negara.
Dengan demikian, Mayor Teddy dapat mengisi posisi ini tanpa harus meninggalkan statusnya sebagai prajurit aktif TNI.
"Ini sama seperti jabatan-jabatan lain, seperti Sekretaris Militer dan Sekretaris Pribadi," tegasnya saat ditemui di Jakarta, Senin.
Ia juga menambahkan bahwa jabatan seperti yang diemban Teddy memiliki batasan paling tinggi setara eselon dua, atau berpangkat Brigadir Jenderal.
Dengan pangkat Mayor yang dimiliki Teddy, ia masih memenuhi syarat untuk mengisi jabatan tersebut.
“Dengan perubahan nomenklatur ini, Teddy dapat menjabat tanpa harus pensiun dari TNI karena bukan setingkat menteri,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Teddy Indra Wijaya, yang akrab disapa Mayor Teddy, sebagai Sekretaris Kabinet dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Pengumuman ini dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu malam.
Mayor Teddy, yang selama ini menjadi ajudan setia Prabowo, diketahui masih berstatus sebagai prajurit aktif di TNI Angkatan Darat.
Kepala Penerangan Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad), Kolonel Inf. Hendhi Yustian Danang Suta, juga mengonfirmasi bahwa Mayor Teddy tetap aktif dalam dinas militer.
“Sampai saat ini, ia masih aktif,” katanya saat dihubungi.
Keputusan ini menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat, dan banyak yang penasaran akan dampaknya terhadap karir dan hubungan TNI dengan pemerintahan mendatang. ***